Home » Pedagang Panjat Gerbang Pemko Batam yang Dijaga Satpol PP

Pedagang Panjat Gerbang Pemko Batam yang Dijaga Satpol PP

IDNNews/Iman Suryanto, Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh para pedagang korban penggusuran Pasar Induk Jodoh di pintu masuk Gedung Pemko Batam beberapa waktu lalu.

IDNNews.id, Batam – Ratusan massa yang tergabung dalam persatuan pedagang kaki lima Pasar Induk Jodoh meringsek masuk ke halaman Gedung Pemerintah Kota Batam yang dijaga ketat aparat Kepolisian dan Satpol PP.

Meski mendapatkan pengawalan cukup ketat, mereka tetap memaksa masuk ke dalam gedung guna bisa bertemu dengan salah satu pimpinan di Pemerintah Kota Batam.

“Jangan halang-halangi kami, kami mau menyuarakan aspirasi kami dengan bertemu dengan pimpinan di Pemko Batam. Jangan halangi kami, atau kami panjat pagar ini,” teriak orator.

Melihat hal tersebut, sejumlah pedagang lainnya langsung bereaksi dan memanjat pagar. Tercatat tiga perempuan terlihat memanjat pagar yang diperkirakan memiliki tinggi 4 meteran tersebut.

“Lihat ini, kalian tak kasih kami jalan biar kami panjat pagar,” teriaknya.

Melihat hal tersebut, konsentrasi petugas yang berjaga buyar dan mencoba meminta kepada sejumlah perempuan tadi untuk turun karena terbilang membahayakan.

Hal ini pun dimanfaatkan para pedagang lainnya untuk kembali meringsek masuk. Dan akhirnya mereka sukses membobol pertahanan yang dijaga aparat keamanan.

Sebagaimana diketahui, para pedagang yang masuk dalam korban penggusuran tersebut, membentangkan spanduk berisi ungkapan hati mereka dan menolak dengan tegas aksi-aksi penggusuran yang meraka anggap penuh dengan paksaan.

Selain itu, mereka juga menuntut beberapa hal dalam aksi tersebut. Diantaranya, menolak segala bentuk penggusuran dengan cara paksa, meminta kepada Pemerintah Kota Batam untuk bertanggungjawab terhadap nasib para korban penggusuran pasar Induk, dan menuntut transparansi dari Pemerintah Kota Batam terkait hibah lahan 5 hektar tersebut.

“Kami juga kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut proses revitalisasi Pasar Induk Jodoh yang kami dilihat sangat kental sekali adanya dugaan-dugaan,” teriak salah seorang pedagang melalui pengeras suara.

Baca Juga  Batam Raih Rating Kota Cerdas dari Institut Teknologi Bandung

Para pengunjuk rasa juga meminta kepada DPRD Kota Batam untuk berpihak kepada para pedagang yang menjadi korban penggusuran.

“Penggusuran dengan cara paksa merupakan salah satu aksi pelanggaran berat sebagaimana dalam UUD 1945, UU Nomor 39 tahun 1999, UU Nomor 11 tahun 2005, serta resolusi PBB anomor 77 tahun 1993,,” jelasnya.

Mereka juga meminta agar Wali Kota Batam dan DPRD Batam untuk hadir dan mendengarkan keluhan mereka. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait