Home » Peneliti Core: Peredaran Uang Bakal Tetap Tumbuh Saat Ramadan dan Lebaran

Peneliti Core: Peredaran Uang Bakal Tetap Tumbuh Saat Ramadan dan Lebaran

Uang Tunai di Bank Indonesia
Uang Tunai di Bank Indonesia

IDNNews.id, Jakarta – Uang beredar dalam arti luas (M2) pada periode Ramadan dan Lebaran tahun ini, diperkirakan menggeliat meski Bank Indonesia pada Maret mencatat pertumbuhannya mulai lebih lambat secara bulanan.

Terjadi perputaran Rp6.888 triliun atau tumbuh 6,9% secara tahunan sedangkan bulan Februari tumbuh 11,3 persen.

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa berkaca pada pengalaman dari tahun lalu, uang yang beredar pada periode April dan Mei atau Ramadan serta lebaran 2020 tetap tumbuh secara tahunan.

Padahal, tahun lalu pembatasan kegiatan masyarakat sangat ketat juga ada larangan mudik. Itu sebabnya ada optimisme peredaran rupiah di tengah pandemi saat hari raya tahun ini tetap menggeliat.

Baca Juga  Yamaha XSR 155 Matte Green, Penuhi Lifestyle Berkendara Wanderlust Nature
Uang Tunai di Bank Indonesia
Ilustrasi Uang Tunai

“Kenapa tahun ini akan tumbuh? Karena bantuan dari pemerintah untuk penanganan Covid-19 sudah jauh proporsional apalagi dibandingkan tahun lalu,” katanya saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Yusuf menjelaskan bahwa stimulus yang dilakukan pemerintah dapat mendongkrak konsumsi masyarakat. Saat konsumsi masyarakat tumbuh, akibatnya terjadi peningkatan jumlah uang yang beredar.

Berbeda dengan tahun lalu saat pulang kampung dilarang penuh, tahun ini pemerintah membolehkan pada teritori kecil seperti Jabodetabek. Hal tersebut menurut Yusuf dapat mempercepat perputaran uang di masyarakat.
Salah satu yang bisa meningkatkan konsumsi adalah pemberian tunjangan hari raya (THR). Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar dibayar penuh. Di sisi lain pengusaha mencoba untuk ada keringanan.

Baca Juga  Libur Lebaran, Saatnya ke di HARRIS Resort Barelang. 'Banyak Promo Loh'

Larangan mudik tentu berdampak pada beberapa sektor, seperti transportasi, hotel, restoran, makanan, dan minuman. Pengusaha di bidang tersebut relatif sulit memenuhi kebijakan pemerintah dengan kondisi yang ada.

Oleh karena itu, pemerintah diminta memberikan diskresi terhadap beberapa bidang usaha yang sangat terpukul dengan adanya larangan mudik.

THR yang boleh dibayar dengan dicicil seperti tahun lalu bisa menjadi alternatif. Lalu, pekerja di sektor tersebut bisa memperoleh prioritas dari stimulus pemerintah.

“Artinya, sektor tersebut dapat prioritas terlebih dahulu untuk disalurkan bantuanya oleh pemreintah baik itu sembako dan bantuan sosial tunai. Ini yang bisa dilakukan pemerintah untuk meringankan beban para pekerja yang berpotensi tidak dapat THR karena terdampak pandemi dan larangan kebijakan mudik oleh pemerintah,” jelas Yusuf. (***)


DomaiNesia