Home » Pengakhiran Konsesi Pengolahan Air, ATB: Jika BUMN/D Siap, Silakan Ambil Alih

Pengakhiran Konsesi Pengolahan Air, ATB: Jika BUMN/D Siap, Silakan Ambil Alih

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacob
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacob

IDNNews.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam akhirnya mengeluarkan statment untuk tidak tidak memperpanjang kerjasama atau konsesi dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) di masa yang akan datang. Dimana perjanjian konsesi antara BP Batam dan ATB akan berakhir pada November 2020.

Nantinya, BP Batam akan mempercayakan pengelolaan air bersih melalui BUMN/BUMD ataupun BP Batam sendiri.

Menanggapi hal tersebut, manajemen ATB melalui Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus mengaku sangat menghargai perjanjian konsesi tersebut.

Jika pada akhirnya hal tersebut tidak lagi dilanjutkan, serta akan diberikan kepada BUMN/D maupun dijalankan sendiri, kiranya hal tersebut sudah menjadi wewenang dan kebijakan dari BP Batam sendiri.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacob
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacob

Akan tetapi, pihaknya mengaku sangat menyayangkan akan sikap dari BP Batam sendiri yang belum memberikan perhatian terkait bagaimana proses pengakhiran konsensi itu sendiri. Khususnya dalam hal Hak dan Kewajiban. Mengingat, dalam perjanjian tersebut juga dicantumkan hak dan kewajiban.

“Ini yang masih kami tunggu. Pembahasan hak dan kewajiban yang harus dibicarakan. Mengingat, ATB sudah melakukan investasi dan hal tersebut perlu dilakukan pengembalian. Dan semua itu, sudah ada dalam perjanjian konsesi,” terang Maria saat ditemui awak media di Lantai 7 Adhya Building Sukajadi Batam, Jumat (24/1/2020) siang.

Untuk pembahasan hak dan kewajiban tersebut, tambahnya, BP Batam pastinya sudah melakukan verifikasi hingga perhitungan ulang terkait nilai aset yang ada. Hal yang sama juga dilakukan oleh tim dari ATB.

“Kerangka pengakhiran konsesi inilah yang lebih utama. Hak dan kewajibannya. Dan pastinya perencanaan pasca-2020 sudah harus dibicarakan, bagaimana waktu investasi berkelanjutan. Sementara sudah dibatasi November 2020 mendatang. Lalu pertanyaanya adalah, setelah November siapa yang melakukan investasi? Kalau BUMN/D sudah siap, silakan ambil alih saja,” tuturnya.

Baca Juga  Paket Wedding BWP Panbil Berhadiah Mobil dan Honeymoon ke Pulau Dewata Bali

Selain itu, yang harus dipikirkan oleh BP Batam adalah bagaimana memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Batam yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

“Ironis memang, disaat konsensi ATB akan berakhir sementara kebutuhan air baku yang ada dalam kondisi memperihatinkan. Sepertinya persiapan pengakhiran dan peralihan konsesi ini minim. Sementara pertumbuhan masyarakat dan ekonomi Batam sedang dalam kondisi menaik.

“Kami berharap BP Batam mengundang kami untuk diskusi. Mau lanjut atau tidak, Anda suka atau tidak, Please invite us,” tegasnya. (*/Iman)


DomaiNesia

Berita Terkait