Home ยป Penggunaan Pembayaran QRIS di Kepri Mengalami Peningkatan. Ini Alasannya

Penggunaan Pembayaran QRIS di Kepri Mengalami Peningkatan. Ini Alasannya

IDNNews.id, Batam – Penggunaan alat pembayaran digital QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diketahui telah banyak digunakan oleh usaha kecil dan mikro, serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETP) seperti pembayaran pajak dan retribusi.

Hingga akhir Oktober 2020, tercatat jumlah merchant QRIS mengalami peningkatan menjadi 141,5 persen menjadi 47.361 merchant yang diikuti dengan meningkatnya transkasi uang elektronik pada triwulan III sebesar 190,9 persen (qtq).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Musni Hardi K. Atmaja beberapa waktu lalu. Ia pun menyebutkan pertumbuhan jumlah merchant juga turut didukung oleh adanya perluasan implementasi ETP, bansos dan transportasi.

Baca Juga  Sekda Kepri: Jika Sudah Divaksin Sinovac, Tak Perlu Lakukan Tes Covid-19 Saat Bepergian

“Per 11 Desember 2020, secara nasional sebanyak 5,6 juta merchant telah menggunakan QRIS.. Dan saya optimis jumlah ini aakan terus bertumbuh dan meningkat seiring gaya hidup masyarakat yang sudah menggunakan transaksi elektronik atau non tunai,” jelasnya,,

Pihaknya pun menyebutkan, banyak manfaat yang bisa didapatkan dalam penggunaan QRIS. Diantaranya, membangun Credit Progile, pembayaran secara hignis di masa pandemi saat ini, semua transaksi tercatat, hingga tidak memerlukan uang kembalian.

“Untuk itu, kami sangat optimis QRIS akan bertumbuh dengan maksmal,” terangnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menargetkan pengguna alat pembayaran digital QR Code Indonesian Standard (QRIS) akan mencapai 12 juta merchant UMKM pada 2021.

Baca Juga  Otoritas Jasa Keuangan Bakal Resmikan Bank Digital di Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan implementasi QRIS tersebut akan terus digencarkan, baik secara nasional maupun daerah di tahun depan.

“QRIS secara nasional dan daerah terus digencarkan untuk mencapai 12 juta merchant UMKM teregistrasi digital secara nasional pada 2021,” katanya.

Perry optimistis digitalisasi ekonomi dan keuangan digital akan semakin terakselerasi ke depannya sejalan dengan penerapan cetak biru sistem pembayaran 2025, yang juga merupakan salah satu strategi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Kebijakan ini sebagai strategi kebijakan pemulihan ekonomi nasional, digital banking terus kami dorong,” jelasnya.

Hingga September 2020, Bi mencatat sekitar 3,6 juta UMKM telah menerapkan QRIS. Jumlah tersebut setara dengan 94 persen dari total merchant yang menerapkan QRIS.

Baca Juga  Otoritas Jasa Keuangan Bakal Resmikan Bank Digital di Indonesia

“Realisasi penggunaan QRIS ini sebagai hasil langkah BI bekerja sama dengan kementerian dan lembaga [K/L] terkait dan industri dalam mendukung implementasi akselerasi digital UMKM khususnya di masa pandemi saat ini,” kata Perry. (Iman Suryanto)


DomaiNesia