Home ยป Penumpang Terlantar Akibat Pesawat Gagal Landing di Bandara Batam. Ini Respon Manajemen Lion Air

Penumpang Terlantar Akibat Pesawat Gagal Landing di Bandara Batam. Ini Respon Manajemen Lion Air

Ilustrasi Pesawat Lion Air
Ilustrasi Pesawat Lion Air

IDNNews.id, Batam – Terlantarnya, 22 rombongan anggota DPRD Temanggung, Jawa Tengah yang telantar di Bandara Hang Nadim, Batam pada Senin (18/11/2019) malam, yang disebabkan maskapai Lion Air yang akan ditumpangi mereka gagal mendarat ke Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang dengan alasan cuaca buruk.

Ketua DPRD Temanggung Yunianto saat ditemui awak media menuturkan keberangkatan mereka ke Tanjungpinang merupakan agenda dari Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Temanggung.

“Kami merasa dirugikan, karena waktu kami telah habis di pesawat selama 9 jam. Selain itu, pemesanan 22 kamar di Aston Hotel untuk hari juga terhitung hangus,” kata Yunianto, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Senin (18/11/2019).

Selain itu, alasan pihak maskapai yang tidak mau memberangkatkan mereka dari Batam menuju Tanjungpinang juga dinilai tidak masuk akal. Mulai dari tidak adanya parkir pesawat hingga masalah cuaca.

“Pesawat sempat dialihkan ke Pekanbaru karena gagal landing. Maskapai bilang karena faktor angin, jadi gagal landing di Batam. Saya lihat pesawat maskapai lain justru nggak ada yang gagal landing. Cuma kendalanya harusnya mereka (maskapai) bertanggungjawab,” ujarnya.

Kondisi ini pun membuat rombongan DPRD Temanggung terlantar di Bandara Internasional Hang Nadim Batam hingga Pukul 23.00 WIB.

“Kami akan laporkan maskapai Lion Air ini ke pihak Kepolisian karena telah merugikan kami,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pilot untuk tidak mendaratkan peswat dalam kodisi cuaca tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional.

“Beberapa penerbangan mengalami keterlambatan kedatangan dan penundaan keberangkatan, dikarenakan kondisi angin dari arah belakang yang melebihi limitasi yang diizinkan untuk operasional Lion Air. Mengingat, saat itu angin dari arah belakang berubah dengan kecepatan 12-14 knot. Kondisi ini harus dihindari, karena mampu mendorong pesawat lebih cepat,” jelas Danang.

Ilustrasi Pesawat Lion Air
Ilustrasi Pesawat Lion Air

Dan keputusan pilot tersebut, tambahnya, sudah sesuai dengan aturan dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Dimana sebelum keberangkatan, pilot menyempurnakan pengisian perencanaan penerbangan dan memonitor keadaan cuaca melalui perangkat dalam kokpit.

Selain itu, pilot juga harus mempelajari pencitraan radar di sepanjang rute penerbangan, hingga keadaan cuaca di bandar udara tujuan serta pengamatan secara visual. Para pilot terus memantau kinerja pesawat dan selalu berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara.

“Lion Air sudah memberikan penjelasan kepada seluruh penumpang yang terganggu perjalanannya dan memperbarui sesuai perkembangan,”terangnya. (btmtdy/Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait