Home ยป Pojok Sekolah: Hai Kak, Bagaimana Terjadinya Hujan Es?

Pojok Sekolah: Hai Kak, Bagaimana Terjadinya Hujan Es?

IDNNews.id – Hujan es atau yang biasa disebut dengan Hail adalah bentuk lain dari hujan yang berupa butiran es.

Hujan es ini terbentuk dari peristiwa pembekuan uap air di dalam atmosfer karena temperatur di sekitarnya yang sangat dingin sehingga mengalami pembekuan.

Es yang dihasilkan dari proses ini biasanya berbentuk bongkahan besar hingga tidak semua bisa mencair saat masuk ke permukaan bumi. Meskipun Indonesia memiliki temperatur yang sangat panas seperti hutan2 tropis lainnya hingga tampaknya tidak mungkin untuk turun salju, tapi peristiwa hujan es masih sering terjadi tempat kita.

Hujan es ini terjadi dikarenakan ada peristiwa penarikan uap air yang sangat dingin ke permukaan benih2 es. Proses pengembunan yang mendadak dapat membentuk ukuran butiran-butiran es yang besar.

Baca Juga  BP Batam Gelar Workshop SIINas bagi Pelaku Usaha

Jenis awan berlapis yang berda dekat dengan permukaan bumi juga dapat mengakibatkan terjadinya hujan es yang disertai dengan angin puting beliung.

Bentuk awan berlapis ini mirip seperti bunga kol yang menjulang tinggi hingga ketinggian diatas 30.000 kaki yang biasa disebut awan comulonimbus. Awan ini dapat tumbuh secara tegak dengan luasan wilayahnya dapat mencakup 3-5 km.

Hujan es biasanya hanya terjadi sebentar saja, berkisar antara 3 sampai 5 menit. Begitu pula di wilayah tropis, hujan es tidak pernah terjadi hingga 10 menit.

Melihat jangkauan dan durasi hujan es yang terbatas inilah, maka hujan es terjadi sangat lokal dan tidak merata.

Pada dataran yang anginnya bertiup dari barisan pegunungan besar, udara hangat dan lembab tertolak ke tempat yang amat tinggi, Peristiwa ini dapat menimbulkan hujan es yang kuat meskipun lokasinya berada di dekat khatulistiwa yang tidak memungkinkan turunnya hujan salju.

Baca Juga  Penggiat Disabilitas: Ada Pelanggaran Kode Etik Juru Bahasa Isyarat Didebat Publik Batam 2020

Butiran es ini biasanya jatuh bersamaan dengan hujan yang lebat dan kadang disertai angin puting beliung.

Fenomena ini biasanya terjadi saat musim pancaroba yaitu musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya.

https://www.youtube.com/watch?v=o2ZwvqePUKc

Ketika musim pancaroba, angin cenderung berubah ubah aah dan lemah hingga mengakibatkan pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif panas.

Sebenarnya kita tidak perlu khawatir terhadap fenomena hujan es ini biasanya terjadi dalam waktu singkat dan jarang terjadi hujan es susulan pada daerah yang sama.

Hujan es atau badai susulan dapat terjadi jika atmosfer dapat membentuk kembali formasi awan tebal dan rendah dalam waktu yang singkat. Dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan bahaya susulan setelah badai hujan es melanda suatu wilayah.(*)


DomaiNesia