Home ยป Polda Kepri Amankan Arifin Nasir di Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa Melayu di Penyengat

Polda Kepri Amankan Arifin Nasir di Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa Melayu di Penyengat

Maket Monumen Bahasa Melayu
Maket Monumen Bahasa Melayu

IDNNews.id, Batam – Proses penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Provinsi Kepri, akhirnya membuat Aparat Kepolisian dari Polda Kepri menetapkan mantan Kepala Dinas Provinsi Kepri Arifin Nasir sebagai tersangka.

Sebelumnya, Polda Kepri juga telah menetapkan Yunus serta Muhammad Yasir dari pihak swasta sebagai tersangka. Kini semuanya langsung diamankan di Mapolda Kepri.

Kabag Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga saat dikonfirmasi IDNNews.id, Selasa (1/10/2019) siang membenarkan telah diamankannya Arifin Nasir dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) dengan nilai kerugian mencapai Rp 2,3 Miliar.

Kabag Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga

“Benar, sudah kita amankan tersangka Arifin Nasir dalam kasus dugaan korupsi. Ia ini merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri saat itu,” jelas Erlangga.

Baca Juga  Sepanjang Tahun 2021, Santunan untuk Korban dari PT Jasa Raharja Kepri Alami Peningkatan

Dan saat ini, tambahnya, proses penyidikan masih terus dilakukan. Dan jika telah selesai, maka akan dikirimkan ke Kejaksaan.

Sebagaimana diketahui, sejak Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dikirimkan polisi ke kejaksaan 24 Juni lalu, polisi langsung bergerak cepat menangani kasus dugaan rasuah tersebut.

Sesuai dengan nama-nama yang tertera dalam SPDP itu, penyidik Polda Kepri akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini.

lokasi Monumen Bahasa Melayu. Foto; Istimewa/Batampos

Dalam SPDP itu disebutkan, kerugian negara ditaksir sekitar Rp 2,3 miliar. Tak hanya taksiran kerugian saja, di SPDP itu juga disebutkan dugaan pelanggaran yakni pasal 2 dan pasal 3 Undang undang (UU) Tindak Pidana Korupsi.

Dengan ancaman hukuman ancaman hukuman minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Dan UU No 31 Tahun 1999 diubah dengan UU no 20 Th 2001 tentang Pemberantasan Tipikor

Baca Juga  Libur Lebaran, Saatnya ke di HARRIS Resort Barelang. 'Banyak Promo Loh'

Dimana proyek Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat mulai dikerjakan dengan anggaran Pemprov Kepri pada 2014 lalu. Namun sampai saat itu proyek tersebut tak kunjung selesai.

Maket Monumen Bahasa Melayu
Maket Monumen Bahasa Melayu

Sesuai rencana, monumen itu akan dibangun setinggi 62 meter di atas lahan seluas 40 meter persegi. Dengan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar, monumen ini rencanya juga akan dilengkapi dengan taman tematik.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Sumber Tenaga Baru. Namun pembangunan monumen ini terhenti akibat adanya dugaan wan prestasi. Pekerjaan proyek tersebut resmi diputus kontrak pada tanggal 3 November 2014 lalu. (Iman Suryanto)


DomaiNesia