Home ยป Polemik Tagihan Air, Utusan Sarumaha: Masyarakat Jadi Korban dari Sistem yang Tidak Profesional

Polemik Tagihan Air, Utusan Sarumaha: Masyarakat Jadi Korban dari Sistem yang Tidak Profesional

Anggota Komisi 1 DPRD Batam Utusan Sarumaha
Anggota Komisi 1 DPRD Batam Utusan Sarumaha

IDNNews.id, Batam – Polemik tingginya tagihan air pelanggan PT Moya Indonesia terus berlanjut. Pasca-tingginya tagihan air yang diduga disebabkan oleh dugaan kebocoran di jaringan internal rumah pelanggan, kini konsumen diwajibkan untuk membayar tagihan tersebut.

Menyoroti hal tersebut, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha memandang pengelolaan Air bersih selama enam bulan di masa transisi, PT Moya Indonesia tidak memiliki hati nurani dan seakan-akan bekerja tidak profesional.

Mengingat, dirinya melihat hingga saat ini pihaknya belum menemukan penjelasan yang ‘kuat’ dan meyakinkan yang bisa membuktikan bahwa, tagihan air pelanggan PT Moya Indonesia yang ‘meroket’ tersebut adalah hal yang wajar dan telah sesuai fakta pemakaian.

Baca Juga  Kemenko Perekonomian RI Sosialisasikan PP Nomor 41 Tahun 2021

“Saya melihat, PT. Moya Indonesia cenderung mencari pembenaran dengan tetap meminta pembayaran kepada pelanggan dengan cara “halus”. Yaitu memberikan kelonggaran/keringanan kepada konsumen untuk melakukan pembayaran secara bertahap atau dicicil,” jelasnya.

Utusan Sarumaha, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam
Utusan Sarumaha, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam

Hemat saya, tambahnya, bukan soal kelonggaran atau keringanan pembayaran saja. Akan tetapi hal yang mendasar adalah jangan sampai pelanggan membayar yang tidak sesuai dengan kenyataanya.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari sebuah sistem yang tidak siap dan tidak profesional dong,” tegasnya.

Mengingat, sampai sekarang PT. Moya Indonesia tidak bisa memberikan jawaban pasti, kenapa jumlah pemakaian pelanggan tinggi yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Padahal secara kasuistis, instalasi pelanggan tidak mengalami kebocoran. Bahkan tidak terjadi penambahan anggota keluarga atau tetap jumlah pemakaian tidak seperti biasanya. Hal ini menjadi konsentrasi serius yang seharusnya diinvestigasi pihak PT.Moya Indonesia sendir.

Baca Juga  Relawan Nasi Bungkus Divaksinasi, APINDO Kepri: Terima Kasih Pemerintah dan Pak Wali Kota

Jumlah pemakaian yang tidak wajar ini, yang menciptakan asumsi negatif di tengah-tengah masyarakat dan secara nyata menciptakan tekanan bagi masyarakat di tengah-tengah pandemio Covid 19 saat ini.

“Kami dari Komisi 1 DPRD Kota Batam akan terus mengawal dan segera mengagendakan kembali Rapar Dengar Pendapat (RDP) nantinya,” terangnya.

Tagihan Air pelanggan PT Moya Indonesia yang mencapai Rp 1,5 Juta di media sosial
Tagihan Air pelanggan PT Moya Indonesia yang mencapai Rp 1,5 Juta di media sosial

Pihaknya pun meminta kepada PT. Moya Indonesia untuk tidak memaksakan kehendak dan tidak melakukan pemutusan sambungan pelanggan, sampai benar-benar bisa menjelaskan alasan jumlah pemakaian air pelanggan yang ‘meroket’ dan berdampak pada jumlah tagihan melonjak secara tidak wajar.(Iman Suryanto)


DomaiNesia