Home » PT Moya Indonesia Tak Hadiri RDP, DPRD Kota Batam Mengaku Kecewa

PT Moya Indonesia Tak Hadiri RDP, DPRD Kota Batam Mengaku Kecewa

IDNNews.id, Batam – Ekspresi kecewa terlihat dengan jelas dari wajah Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam pada Kamis (7/1/2021) pagi. Hal in disebabkan, urung dilaksanakannya rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang Badan Pengusahaan (BP) Batam dan pengelola air bersih masa transisi di Batam, PT Moya Indonesia.

“BP Batam sudah mengirimkan surat kepada kita (DPRD Batam,red) agar kiranya bisa dilakukan penjadwalan ulang RDP. Sementara itu, PT Moya Indonesia justru tidak memberikan kabar terkait ketidakhadirannya dalam RDP,’ jelas Ketu Komisi 1 DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto.

Padahal, tambahnya, DPRD Batam juga sudah mengirimkan surat yang disampaikan BP Batam kepada DPRD Kota Batam, yang juga ditembuskan untuk PT Moya Indonesia.

“Kita positif thinking aja, mudah-mudahan nanti kita jadwalkan lagi, beliau-beliau bisa hadir,” tambah Budi.

Sementara itu, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha sangat menyayangkan ketidakhadiran dari PT Moya Indonesia dalam RDP tersebut. Mengingat, RDP yang membahas terkait tingginya tagihan air pelanggan di Batam ini terbilang sangat penting.

Baca Juga  Peduli Sesama, XL Axiata Serahkan Donasi untuk Korban Banjir di Batam

Seharusnya selama dua bulan mengelola air bersih di BAtam ini, PT Moya Indonesia harus menunjukan kinerjanya yang baik. Bukan malah sebaliknya.

Dan hal ini juga menjadi pertimbangan tersendiri dari masyarakat dan bisa saja menjadi sebuah evaluasi kedepannya apakah nantinya kinerja PT Moya Indonesia kedepannya akan dilanjutkan atau tidak.

“kami melihat kinerja yang sudah ditunjukkan oleh PT Moya ini , secara tidak langsung telah melunturkan kepercayaan publik. Mestinya di masa dua bulan mengelola air bersih ini, bisa menunjukkan kinerja yang maksimal dan profesional. sehingga PT Moya ini bisa satu level dengan ATB,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pasca-dua bulan beroperasi mengelola air baku di Kota Batam, Kepulauan Riau, kini beberapa pelanggan PT. Moya Indonesia merasakan ‘panas dingin’ lantaran terhenyak menerima tagihan air untuk bulan Desember 2020.

Baca Juga  Kadinkes Didi: 1.500 Nakes di Batam Sudah Divaksinasi Covid-19

Salah satu seperti yang dikeluhkan oleh Eda, warga Tiban Koperasi, Sekupang, yang menyebutkan bahwa untuk pembayaran tagihan pada bulan Desember yang mencapai angka lebih dari Rp1,5 juta.

“Saya terkejut bang begitu mengecek tagihan air secara online kemarin, pas mau bayar. Biasanya saya tidak pernah bayar tagihan sampai sebesar itu,” paparnya saat dihubungi awak media, Selasa (5/1/2021).

Tingginya tagihan air tersebut juga diakuinya tidak masuk akal lantaran sebagai pelanggan, Eda hanya tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Untuk tagihan air, Eda juga mengakui biasanya hanya membayar tagihan dibawah Rp 50 ribu, dan untuk permasalahan ini ia juga menuturkan sudah membuat laporan resmi ke PT. Moya.

Baca Juga  Promo 'Wow' dari HARRIS Resort Waterfront Batam di Tauzia Great Sale 2021

“Saya sudah buat laporan resmi kemarin ke kantor SPAM Moya yang ada di Tiban. Dan saya juga sudah melakukan pengecekan apakah memang ada kebocoran, namun tidak ada saya temukan hal itu,” jelasnya.

Tidak hanya Eda, keluhan yang sama juga disampaikan oleh warga Tanjung Uncang, Batuaji, Darma Nisel yang menyampaikan bahwa untuk pembayaran Desember tagihan air di rumahnya mencapai angka Rp 1,5 juta.

Seperti struk tagihan yang ditunjukkan ke wartawan, persisnya tagihan bulan Desember 2020 yang harus dibayar Darma Nisel mencapai Rp1.531.050.

Padahal tagihan bulan November 2020 hanya sebesar Rp69.600. Itu berarti terjadi lonjakan sebanyak 22 kali lipat antara tagihan November dan Desember. (Iman Suryanto)


DomaiNesia