Home » Ratusan Personel Gabungan Bersihkan Eceng Godok di Waduk Duriangkang

Ratusan Personel Gabungan Bersihkan Eceng Godok di Waduk Duriangkang

IDNNews.id, Batam – Guna mengurai permasalahan terkait terganggunya kebutuhan air baku oleh perkembangbiakan tanaman eceng gondok di wilayah perairan Waduk Duriangkang, ratusan personel yang berasal dari tim gabungan lintas institusi melakukan pembersihan pada Kamis (28/11/2019) pagi.

Operasi pembersihan tersebut terbilang disengaja, mengingat, gulma perairan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan. Terlebih lagi perkembangan tanaman tersebut, tumbuh dan berkembang cukup pesat di wilayah perairan Waduk Duriangkang.

Erosi, sedimentasi lahan, hingga perilaku masyarakat menjadi pemicu terjadinya peningkatan pertumbuhan eceng gondok di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam HM Rudi dalam amanatnya mengatakan bahwa pembersihan eceng gondok di wilayah perairan Waduk Duriangkang tersebut terbilang disengaja guna menyelamatkan warga Kota Batam akan kebutuhan air baku dan bersih.

“Kegiatan ini guna menyelamatkan warga Batam dalam memberikan kualitas air baku yang berkualitas kepada masyarakat Batam. Mengingat, saat ini kita belum memiliki alat khusus untuk menjaga dan membersihkan eceng gondok,” jelasnya.

Baca Juga  Tujuh Titik Kampung Tua yang Berurusan dengan Hutan Lindung Telah 'Clear'

Untuk itu, kegiatan ini sangat penting. Mengingat, waduk yang di miliki Kota Batam cukup banyak. Akan tetapi, kondisinya saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karena dipenuhi sampah dan eceng gondok .

“Oleh karena itu, ayolah kita jaga Waduk kita ini. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk mengajak seluruh masyarakat Batam untuk tidak lagi membuang sampah di perairan waduk yang ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Shahril Japarin, Anggota Bidang Pengusahaan di Badan Pengusahaan (BP) Batam mengatakan untuk memenuhi dan mengatasi kebutuhan air baku di Batam, pihkanya sudah meminta bantuan dari seluruh stake holder yang ada untuk sama-sama mengedukasi masyarakat di Batam.

Mengingat, sebenarnya satu-satunya sumber air baku yang ada di Batam ada di waduk. Dan sekiranya ketersedian air baku tersebut, terganggu oleh banyaknya aktivitas ilegal serta bermunculannya eceng gondok, maka satu-satunya cara adalah mengolah air laut.

Akan tetapi biayanya sangat besar dan tiga kali lebih besar. “Untuk itu, maka salah satu hal yang masuk akal dan memungkinkan adalah pembersihan wilayah waduk dari eceng gondok,” terangnya sambil menjelaskan program ini, nantinya akan dilakukan ada awal Desember 2019.

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Pasca-Pandemi, Pjs Wali Kota Batam Luncurkan Batam Golf 2021

Sementara itu, Profesor Dr. Ir. Gadis Sri Haryani, Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI disela-sela rapat pembersihan dan penanggulangan eceng gondok di Waduk Duriangkang bersama BP Batam, FKPD, dan unsur terkait di Bida Marketing BP Batam, Jumat (22/11/2019) siang mengatakan bahwa pembahasan penanganan eceng gondok wilayah Waduk Duriangkang terbilang sangat penting.

Mengingat, 120 hektar lahan di Waduk Duriangkang telah tertutup eceng gondong dari total keseluruhan 2.340 hektar atau sekitar kurang dari 10 persen.

“Meski terbilang masih di bawah 10 persen, penanganan sejak dini sangat penting. Sehingga tidak sampai menunggu perkembangan, serta meluasnya wilayah eceng gondok. Sehingga nantinya akan menimbulkan permasalahan yang semakin sulit untuk ditangani,” jelasnya.

Baca Juga  Menu 'Termaknyus' dari 2 Executive Chef Bakal Meriahkan Malam Natal di HARRIS Resort Barelang

Oleh karena itulah, tambahnya, Waduk Duriangkang mempunyai tujuan tunggal sebagai sumber air baku di Batam. Dimana 70 persen diantaranya guna memenuhi kebutuhan air baku di seluruh kota Batam.

Sehingga, fungsi utama inilah yang harus menjadi tujuan utama dalam menjaga kelestarian Waduk.

“Jadi, diibaratkan Waduk itu adalah jantung. Sementara air itu diibaratkan sebagai darahnya. Oleh karena itu, Waduk ini sangat penting bagi kebutuhan masyarakat Batam,” jelasnya.

Dan untuk mengatasi ini, maka akan dilakukan secara manual. Dalam artian diangkat dan dipanen menggunakan alat khusus. Sementara eceng gondoknya bisa diolah. Mengingat, jika hanya diangkat saja dan diletakkan di pinggir maka akan kembali ke tengah waduk.

Dan eceng gondok ini, juga bisa menjadi pupuk. Baik berupa kompos maupun pupuk cair yang bisa digunakan untuk tanaman.

“Jadi sekaligus kita mangatasi masalah itu dari hulu hingga hilir,” terangnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia