Home » Ratusan Personel TNI ‘Geruduk’ Desa Pengudang Bintan. Ini yang Dilakukannya

Ratusan Personel TNI ‘Geruduk’ Desa Pengudang Bintan. Ini yang Dilakukannya

IDNNews.id, Bintan – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjelaskan pentingnya inovasi dalam membangun daerah. Selain itu, kerjasama semua pihak juga menjadi modal penting dalam upaya menjawab kebutuhan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan.

“Kerjasama itu tertuang dalam semangat kesatuan untuk bersatu membangun daerah menjadi lebih baik,” ujar Nurdin dalam amanatnya saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018 di Lapangan Bola Kaki Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Senin (15/10).

BACA: Bupati Bintan: TNI Manunggal Masuk Desa Bukan Hanya Bangun Fisik Tapi Juga Mental

Nurdin juga mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang digagas oleh jajaran TNI. Dengan TMMD banyak pembangunan yang terukur yang sejatinya dapat ikut memudahkan proses pelayanan dasar bagi masyarakat setempat.

“Ini lah yang melecutkan semangat TNI-Polri bersama masyarakat kuat tak terkalahkan. Sinergitas antar semua pihak harus terus kita pertahankan dan tingkatkan” lanjut Nurdin.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

Pembangunan fisik yang penting ditambahkan Nurdin juga perlu pembangunan non fisik yang maksimal. Misalkan pemahaman tentang wawasan kebangsaan yang dirasa Nurdin sangat diperlukan oleh komponen masyarakat sebagai bekal dalam menjalankan hidup dan membangun daerah.

“Ini merupakan modal yang besar dalam menjalankan kehidupan serta mampu menyongsong masa depan lebih baik,” tambah Nurdin lagi.

BACA: Peduli Pendidikan, Bupati Bintan Raih Ki Hajar Award 2018

TMMD sendiri merupakan bentuk operasi bhakti yang dilaksanakan terpadu dalam upaya meningkatkan program Pemerintah untuk percepatan pembangunan di daerah.

Dengan Tema TNI Manunggal bersama Rakyat dalam mewujudkan desa yang maju, sejahtera dan demokratis. TMMD Ke-103 sendiri difokuskan dalam bentuk 2 sasaran yakni fisik dan non fisik.

Adapun sasaran fisik kegiatan ini adalah pembuatan badan jalan baru dari Desa Pengudang lama ke Pengundang Baru sepanjang 4.050 Meter dengan Lebar 5 Meter dengan mengerahkan sebanyak 150 personel yang terdiri dari 122 orang anggota TNI, 10 orang anggota Polri dan 18 orang dari Pemerintah Daerah.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

BACA: Bupati Minta Petani Bintan Manfaatkan Bantuan dari Pemerintah dengan Maksimal

Dengan Desa Pengudang Baru yang saat ini memiliki luas 100 Ha, pengerjaan pembuatan jalan sedang dalam tahap proses, salah satunya dibagian lahan yang berawa harus dilakukan penimbunan seluas 1.310 Meter.

Kemudian untuk sasaran kegiatan non fisik terdapat 10 agenda antara lain: Penyuluhan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, Penyuluhan Agama, Penyuluhan Hukum, Penyuluhan Kamtibmas dan Bahaya Narkoba, Penyuluhan Pelestarian Lingkungan Hidup, Penyuluhan Kesehatan dan KB, Penyuluhan Koperasi, Penyuluhan Pertanian dan Perkebunan, Penyuluhan Perikanan dan Penyuluhan sadar wisata.

Dalam TMMD sendiri juga terdapat bhakti sosial berupa pengobatan masal operasi katarak.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan bahwa pengembangan Desa Pengudang sendiri memiliki konsep pembangunan untuk menjadi Kawasan Desa Wisata dan trend yang baru bagi Bintan.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

“Infrastruktur akan kita optimalkan terlebih dahulu,” ujar Apri.

BACA: Warga Pengundang Bintan Sambut Gembira MoU Hibah Lahan Seluas 100 Hektar

Apri melanjutkan, bahwa itu sejalan dengan fokus dari TMMD ke-103 Tahun 2018 ini yang mana sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten dan Provinsi bersama-sama TNI terjalin dengan sangat baik.

“Semoga kemajuan di Bintan kita harapkan terus dapat berlangsung,” lanjut Apri.

Direncanakan kedepan akan dibuatkan akses baru dan langsung menuju kawasan pariwisata pantai timur yang mana hanya berjarak 2 Km. Apri menjelaskan apalagi saat ini sebanyak 500 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Desa Pengudang selama 20 tahun hidup di atas tanah milik PT dan Tahun ini sudah diupayakan Pemerintah agar tanah ini bisa menjadi milik masyarakat.(*)


DomaiNesia