Home » Rudi Chua: Virus Corona Diprediksi Memperburuk Kondisi Ekonomi

Rudi Chua: Virus Corona Diprediksi Memperburuk Kondisi Ekonomi

Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua
Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua

IDNNews.id, Batam – Merebaknya virus Corona diketahui mempengaruhi ekspektasi ekonomi. Hal ini pun juga mendorong turun perkiraan-perkiraan ekonomi hingga perputaran uang. Sehingga sedikit banyak memperlambat pergerakan ekonomi. Khusunya di Provinsi Kepri.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua disela-sela Musda III Partai Hanura Kepri di Harmoni One, Minggu (16/2/2020) sore.

Anggota Komisi II ini juga menegaskan dampak virus corona tidak saja dirasakan di wilayah Provinsi Kepri saja. Akan tetapi juga dirasakan di seluruh dunia. Bahkan juga dirasakan oleh singapura yang notabennya negara tetangga Indonesia khususnya Batam.

Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua
Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua

“Sehingga apapun barang-barang yang dikirim dari Tiongkok melalui Singapura ini menjadi terhambat. Ditambah lagi adanya larangan pengiriman barang dari Tiongkok oelh Pemerintah juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Dan ini mengakibatkan pengusaha mengeluh. Mengingat semuanya menjadi terhambat,” jelas Rudi Chua.

Terhambatnya ini semua, tambahnya, maka secara tidak langsunbg akan berimbas pada penurunan kondisi ekonomi di Kepri maupun Batam, yang kian terpuruk.

“Sebelum adanya virus corona saja, kondisi ekonomi di Kepri sedang turun. Dan hal ini diperparah adanya virus ini,” jelasnya.

Selain itu, Kekhawatiran masyarakat yang kerap berlibur maupun berpergian ke luar negeri dan akhirnya menghentikan aktivtas mereka akan virus Corona ini, juga bisa dibilang memperburuk pasar.

Mengingat, sebelumnya ada peredaran uang hingga jual beli dari aktivtas tersebut menjadi terhenti.

“Berhentinya perputaran uang dipastikan akan menyebabkan ekonomi makin melemah. Dan hal ini yang dikhawatitkan dan perlu diantisipai oleh Pemerintah karena akan akan mengganggu ekonomi,” tegasnya.

Bahkan, Singapura sudah menggalakkan program untuk meningkatan perputaran uang. Dimana mereka meminta kepada warganya untuk tetap melakukan transaksi.

“Artinya apa, perputaran uang itu tidak boleh berhenti atau diam. Jika berhenti, maka akan menghentikan pergerakan ekonomi,” terangnya.

Baca Juga  Cegah Covid-19, PBK BP Batam Bersama Tim Gabungan Semprotkan Disinfektan
Doto/Istimewa, Penangan virus Corona
foto/Istimewa, Penangan virus Corona

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai sejumlah kondisi yang terjadi pada awal 2020. Salah satu yang ia antisipasi adalah terkait perkembangan penyebaran Virus Corona yang mulanya dari Wuhan, Cina.

“Pada bulan Januari perkembangan kondisi eksternal sungguh sangat tidak membuat kita happy, terutama dengan perkembangan virus Corona dan kondisi geopolitik atau kondisi politik di Amerika Serikat, ini harus tetap kita antisipasi terhadap spill overnya terhadap berbagai ekonomi global,” ujar dia dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen.

Ia mengatakan perkembangan kondisi global, salah satunya soal virus Corona, itu mesti dipersiapkan oleh semua negara dengan menyiapkan instrumen-instrumen kebijakan.

Menurut Sri Mulyani, pelbagai kebijakan perlu disiapkan mengingat kondisi lingkungan saat ini tidak dapat diprediksi dan gejolaknya sangat tinggi.

“Kalau risiko terjadi, confidence terhadap ekonomi pun melemah sehingga memengaruhi investasi yang menjadi sumber pertumbuhan.”

Dalam rapat yang sama, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Cina turun di bawah 6 persen dengan merebaknya Virus Corona di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Munculnya virus tersebut diperkirakan memperburuk pertumbuhan ekonomi yang saat ini sudah menurun.

“Corona virus ini akan mempengaruhi semua elemen di Cina, kalau lihat SARS dulu, ini akan terkadi dalam satu kuartal dan akan memengaruhi kuartal satu dan dua di Cina,” ujar Sri Mulyani.

Virus yang menyebabkan gangguan pernafasan itu, menurutnya, membuat Cina kehilangan momentum untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. “Dengan adanya Virus Corona dan kebijakan lockdown, maka seluruh potensi pertumbuhan Cina dari faktor domestik tidak terealisasi, kehilangan momentum sama sekali.”

Biasanya, kata Sri Mulyani, Tahun Baru Cina menjadi momentum Cina untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui faktor domestik, yakni konsumsi.

Baca Juga  Polda Kepri dan Seluruh Jajarannya Semprotkan Disinfektan Serentak

Apalagi pada tahun ini Cina juga memperpanjang libur hingga awal Februari. “Ini menggambarkan bahwa risiko sangat tidak terprediksi dan volatile. (Iman Suryanto/*)


DomaiNesia

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Terkait