Home » Satgas F1QR Koarmada I Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 11,4 Miliar

Satgas F1QR Koarmada I Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 11,4 Miliar

IDNNews.id, Batam – Satuan Tugas Gabungan Fleet One Quick Response Komando Armada (Satgasgab F1QR Koarmada) I menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster dari Batam ke Singapura dengan nilai mencapai Rp11,450 Miliar.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., yang didampingi oleh Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, S.T., saat memberikan keterangan persnya dihadapan awak media, di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) Batam mengatakan Satgasgab F1QR Koarmada I berhasil menangkap 1 unit Speedboat tanpa nama bermesin 200 PK dua unit, di perairan selat Kelelawar sampai ke Pulau Tumbar.

“Dari penangkapan tersebut, berhasil mendapati barang bukti berupa baby lobster yang dikemas dalam 14 box sterofoam coolbox namun pelakunya berhasil melarikan diri,” ungkapnya.

Selanjutnya barang bukti dibawa ke Kantor Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut, kemudian barang bukti berupa baby lobster dibawa ke Kantor Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Batam, untuk dilaksanakan pencacahan.

Sebagai informasi dari hasil rincian pencacahan di Stasiun BKIPM dan estimasi penyelamatan Sumber Daya Ian (SDI) dengan hasilnya sebagai berikut,

  1. Jenis Baby Lobster :
    a. Jenis pasir sebanyak 13 box = 74.064 ekor.
    b. Jenis mutiara sebanyak 1box = 1.703 ekor.
    c. Total keseluruhan 14 box = 75.353 ekor
  2. Estimasi jumlah Baby Lobster yang diselamatkan :

a. Jenis pasir 74.064 x Rp. 150.000/ekor = Rp. 11.109.600.000,-

b. Jenis mutiara 1.703 x Rp. 200.000,- = Rp. 340.600.000,-

c. Jumlah total = Rp. 11.450.200.000,-

Sementara itu, Danguskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, S.T., menambahkan seluruh barang bukti berupa 14 box sterofoam Baby Lobster berisi 75.353 ekor, diamankan di kantor Stasiun BKIPM Batam, yang nantinya akan dilepas dan dipelihara di Pulau Abang, dimana terdapat konservasi milik Kantor Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga  Daftar Lengkap 34 Calon Menteri yang Sudah Dipanggil Jokowi

Pelanggaran tersebut berdasarkan pasal 31 Jo pasal 7 UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan kemudian pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Lalu Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster ( Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp) dan Rajungan (Portunus spp) dari Wilayah Negara Republik Indonesia dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Hadir pada acara tersebut Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Alan Dahlan S.H. M.si., Asintel Danlantamal IV Letkol Laut (P) Ari Aryono, S.E., Kepala SKIM Anak Agung Gede Eka Susilo, PPNS Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Batam Kotot Setiadi, Pasintel Lanal Batam Mayor Laut (E) Irawan Prasetyo, S.T., Pasops Lanal Batam Mayor Laut (KH) Yudhi. (*)


DomaiNesia

Berita Terkait