Home ยป Sebarkan Berita Hoax, Polda Kepri Amankan ABK Kapal Ini

Sebarkan Berita Hoax, Polda Kepri Amankan ABK Kapal Ini

IDNNews.id, Batam – Subdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan pria berinisial H, yang diduga menyebar berita bohong (Hoax) tentang isu Virus Corona di Provinsi Kepulauan Riau melalui akun media sosial Facebook.

Pria yang diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Kapal Calvin 1 ini, diamankan petugas Tim Patroli Siber Polda Kepri, setelah menganalisa akun Facebook pelaku Inisial H.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. didampingi oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Kasubdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol I putu bayu Pati, S.I.K., M.H, disela-sela Konferensi Pers di Polda Kepri mengatakan bahwa berita bohong tersebut dibagikan di group Facebook Info Loker Pelaut.

Baca Juga  Bank Riau Kepri Siap Kembangkan Wakaf Uang

Penyidik selanjutnya mengkonfirmasikan ke Kemenkominfo bahwa postingan tersebut tidak benar.

“Menindaklanjuti fakta tersebut diatas, tim Subdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri bergerak untuk melacak keberadaan pelaku dan berhasil mengamankan Inisial H. Dan untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan di Polda Kepri,” jelas jelas Kompol I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Selanjutnya Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan bahwa menjadi sebuah keprihatinan bersama. “Dimana di tengah situasi seperti saat ini, kita berharap masyarakat bersatu padu untuk melawan Virus Corona, minimal jangan meyebarkan isu yang tidak benar, mari bersama-sama menciptakan suasana tenang di Media sosial dan tidak menyebarkan Informasi atau berita-berita Hoax. beritakanlah informasi yang telah terverifikasi dan berasal dari sumber yang jelas,” jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Baca Juga  Peneliti Core: Peredaran Uang Bakal Tetap Tumbuh Saat Ramadan dan Lebaran

Barang bukti yang diamankan adalah 1 Unit Handphone, Sim Card, KTP dan Akun Facebook pelaku
Inisial H, atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 2 tahun, 3 tahun dan/atau 10 tahun. (*)


DomaiNesia