Home » Sesmenko Susiwijono Apresiasikan Kinerja Batam di Penanganan Covid-19

Sesmenko Susiwijono Apresiasikan Kinerja Batam di Penanganan Covid-19

IDNNews.id, Batam – Pemerintah Pusat tengah menyiapkan skenario pelaksanaan protokol tatanan normal baru yang Produktif dan Aman Covid-19.

Dua program pun dirancang secara bersamaan, yaitu Exit-Strategy Covid-19 atau New Normal yang dimulai secara bertahap pada setiap fase pembukaan ekonomi, serta Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020. 

Namun demikian, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E. mengapresiasikan apa yang sudah dilakukan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Batam, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, DPRD Kota Batam hingga Asosiasi usaha serta institusi terkait yang telah mengambil langkah-langkah strategis tanpa menutup aktivitas usaha dan Industri di Batam.

Mengingat, Batam hingga saat ini tidak pernah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun Karantina wilayah. Dan hal ini dipandangnya sebagai sebagai terobosan jitu dalam pandemi Covid-19.

Baca Juga  Februari Bertebar Promo di Best Western Premier Panbil

“Saya mengapresiasikan apa yang sudah dilakukan oleh semua pihak yang telah sangat solid di Batam dalam menghadapi dan menangani Covid-19 ini. Dan hal ini sudah memunculkan rasa percaya. Dan hal inilah yang sebenarnya sangat dibutukan oleh market dan masyarakat serta kita semuanya,” jelas Susiwijono Moegiarso disela-sela mengikuti diskusi online pada Rabu (3/6/2020).

Di momen yang sama, Susiwijono juga memaparkan bahwa di tingkat pusat telah dilakukan rapat-rapat ‘marathon’ guna menghadapi permasalahan yang ada saat ini. Dan jika dikelompokkan, programnya ada dua. Yakni terkait Exit-Strategy Covid-19 atau New Normal dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Dimana New Normal ini adalah, bagaimana keluar dari pandemi Covid-19 yang sesuai dengan protokol kesehatan yang baru sehingga masyarakat bisa aman dan nyaman. Selanjutnya adalah, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang merupakan amanah dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23. Dan saat ini masih dalam tahap pembahasa dari semua sektor. Baik dari sektor riil yang terdiri dari Industri, manufaktur, perdagangan hingga jasa. Maupun sektor keuangan.

Baca Juga  Resto Kale Green Bantu Jaga Imunitas melalui Makanan Sehat

Sebagaimana diketahui, program PEN harus memberikan manfaat nyata pada pelaku usaha, terutama pada pelaku industri padat karya serta mampu mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus mempertahankan daya beli para pekerja atau karyawan.

Sementara itu, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam Muhammad Rudi menegaskan bahw masyarakat di Batam telah beradaptasi dengan New Normal. Salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan.

“Sebenarnya, Batam tidak pernah menerapkan PSBB selama ini, karena kita ingin menyelamatkan industri yang ada di Kota Batam. Apalagi Batam tak memiliki hasil bumi. Batam sebenarnya, tidak pernah saya ajukan untuk satu sistem yang ditentukan oleh pusat,” jelas Rudi disela-sela rapat online.

Baca Juga  SPBE Pemerintah Kota Batam Masuk Kategori Baik

Bagi orang nomor satu di Batam ini, New Normal itu hanya sebuah nama saja. Sejatinya normal yang dijalankan saat ini, sudah mulai diterapkan oleh masyarakat Kota Batam.

“Sejak awal, kita sudah berusaha melakukan agar masyarakat Batam bisa menyatu dengan virus corona ini sendiri. Akan tetapi, bersatu di sini bukan berarti berkawan dekat tapi kita tidak menjaga,” jelasnya.

Ia juga meminta semua stakeholder mendukung Pemerintah Kota Batam, termasuk DPRD Kota Batam dan Kadin Kepri dan Batam

“Saya terimakasih kepada Kadin karena support penuh kebijakan pemerintah. Walaupun Singapura sudah dibuka tapi masih kecil sekali tak sampai 5 sampai 10 persen,” katanya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia