Home » Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak Akibat Perkawinan Dini, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Batam

Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak Akibat Perkawinan Dini, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Batam

IDNNews.id, Batam – Sebagai salah satu cara pencegahan dari masifnya perkawinan usia dini yang berdampak pada kesehatan Ibu dan Anak sekaligus menimbulkan angka kematian, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan mengelar seminar kesehatan keluarga dalam rangka peningkatan derajat kesehatan Ibu dan Keluarga di Kota Batam.

Kegiatan yang digelar di Vista Hotel Batam dan dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Adrial, SKM, MKM, Selasa (18/9/2019) ini, memaparkan dampak kehamilan dari perkawinan di usia dini bagi perempuan yang berpeluang 4,5 kali berisiko tinggi pada kesehatan. Salah satunya, pendarahan dapat terjadi 3 kali lebih dan menyumbang komplikasi kesehatan reproduksi, serta mengakibatkan tingginya angka kematian ibu.

Selain itu, perkawinan usia dini juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Mengingat, perempuan yang masih terlalu dini hamil belum memiliki sistem reproduksi baik. Ditambah dengan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan gizi.

Baca Juga  Soerya Respationo Bakal Urai 'Benang Kusut' di Tingginya Biaya Ekonomi di Kawasan FTZ Karimun

“Program Kesehatan Keluarga ini, merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan Ibu, Anak, Remaja dan Lansia,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr. Didi Kusmarjadi, SpOG.

Ia juga menambahkan, angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang dipakai dalam menentukan status kesehatan ibu dan anak.

Dan sejalan dengan tujuan ke 3 dari SDG’S, bidang kesehatan menurunkan angka kematian ibu hingga 70/100.000 Kelahiran Hidup dan angka kematian neonatal menjadi 12/1000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

“Penyebab tidak langsung dari kematian ibu dan anak adalah kehamilan usia dini, status gizi ibu hamil yang kurang hingga pengetahuan ibu tentang kesehatan yang belum memadai. Faktor penyebab tersebut, sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan intervensi kesehatan secara dini sejak anak usia sekolah dan remaja,” jelasnya.

Baca Juga  Curhat ke Soerya Respationo, Warga Desa Sepedas Keluhkan Legalitas Rumah di Kawasan Hutan Lindung

Untuk itu, pendekatan kesehatan yang saat ini dilakukan diupayakan dimulai dari hulu, yakni sejak anak usia sekolah dan remaja yang merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan karena jumlahnya yang besar (30%) dari jumlah penduduk.

Konsep hidup sehat yang tercermin pada perilaku sehat dalam lingkungan sehat perlu diperkenalkan seawal mungkin pada generasi penerus dan selanjutnya dihayati dan diamalkan.

“Anak usia sekolah dan remaja, bukanlah lagi semata-mata sebagai objek pembangunan kesehatan melainkan sebagai subjek. Dengan demikian diharapkan mereka dapat berperan secara sadar dan bertanggung jawab dalam pembangunan kesehatan,” tambahnya.

Kesehatan ibu juga merupakan komponen yang sangat penting dalam kesehatan reproduksi karena seluruh komponen yang lain sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu. “Apabila ibu sehat maka akan menghasilkan bayi yang sehat yang akan menjadi generasi kuat. Ibu yang sehat juga menciptakan keluarga sehat dan bahagia,” tegasnya.

Baca Juga  Dramatis, Cavani jadi Penyelamat MU Saat Melawan Southampton

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Batam juga memperhatikan kesehatan Lansia. Dimana hal ini perlu ditingkatkan, karena dengan meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH), maka jumlah Lanjut Usia (LANSIA) semakin meningkat.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018 (Riskesdas, 2018) masalah kesehatan terbanyak yang dialami oleh Lansia adalah Penyakit Tidak Menular (PTM) diantaranya Hipertensi, osteoarthritis, Diabetes Melitus/DM, Penyakit jantung, Stroke Gagal Ginjal dan kanker.

“Oleh karena itu kegiatan pelayanan kesehatan Lansia perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kemandirian, kesehatan Lansia sehingga mereka masih bisa berdaya guna, mandiri melakukan kegiatan sehari-hari,” jelasnya lagi.

Untuk Mewujudkan Itu Semua, Seluruh Pemangku Pemerintah Maupun Daerah Hendaknya Meningkatkan Aktifitasnya Dalam Mendukung Pencapaian Kualitas Hidup Ibu Yang Pada Akhirnya Juga Akan Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga. (*)


DomaiNesia