Home » Terbukti Korupsi Belanja Pimpinan DPRD, Mantan Sekwan Batam Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi Belanja Pimpinan DPRD, Mantan Sekwan Batam Divonis 6 Tahun Penjara

IDNNews.id, Batam – Persidangan kasus dugaan korupsi belanja unsur pimpinan DPRD Batam yang telah diselewengkan pada tahun anggaran 2017-2019, memasuki babak baru. Dimana pada Jumat (8/1/2021) pagi, majelis hakim membacakan vonis terhadap terdakwa Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batam, Asril .

Dalam persidangan yang digelar secara online tersebut, akhirnya majelis hakim memonis pejabat tersebut dengan hukuman penjara selama 6 tahun penjara dan denda sebanyak Rp200 juta atau subsuder 2 bulan.

“Selain vonis tersebut, terdakwa juga diwajibkan untuk menyerahkan uang pengganti (UP) sebanyak Rp. 1.974.993.044 subsider 4 tahun penjara. Pembayaran UP ini akan diberikan waktu 1 bulan sesudah putusan Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Dan jika tidak, maka harta benda yang dimilikinya akan disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” terang majelis hakim.

Baca Juga  Otoritas Jasa Keuangan Bakal Resmikan Bank Digital di Indonesia

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim penyidik, ada penyelewengan dana yang menyebabkan kerugian negara hingga mencapai Rp 2,160 miliar lebih dan dilakukan dengan berbagai cara.

Beberapa diantaranya adalah orderan kegiatan fiktif, bahkan beberapa kegiatan di antaranya menyebutkan mengundang beberapa pewarta untuk kegiatan seperti coffe morning.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Batam bekerjasama dengan BPKP Perwakilan Kepri, didapati dua alat bukti.

Dedie menuturkan penetapan Asril menjadi tersangka karena adanya keterangan dari para saksi dan rekanan.

“Berdasarkan keterangan saksi ada yang dipaksa dan ada beberapa saksi yang kita mintai keterangan sudah mengembalikan keterangan negara nilai Rp 160 juta,” jelasnya.

Baca Juga  Sekda Kepri: Jika Sudah Divaksin Sinovac, Tak Perlu Lakukan Tes Covid-19 Saat Bepergian

Kemudian bukti kedua adalah keterangan saksi ahli, yang mempertegas kerugian negara mencapai Rp 2 miliar. Ia menjelaskan untuk kasus korupsi ini kuncinya adalah pengembalian keuangan negara.

“Jika keuangan negara tidak dipulihkan betapa enaknya koruptor kalau perlu kita miskinkan,” tuturnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia