Home » Terbukti Memperkaya Diri, Mantan Sekwan Batam Dituntut 8 Tahun Penjara

Terbukti Memperkaya Diri, Mantan Sekwan Batam Dituntut 8 Tahun Penjara

Persidangan mantan Sekretariis Dewan DPRD Kota Batam Asril
Persidangan mantan Sekretariis Dewan DPRD Kota Batam Asril

IDNNews.id, Batam – Pasca-ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi belanja unsur pimpinan DPRD Batam yang telah diselewengkan pada tahun anggaran 2017-2019, Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batam, Asril akhirnya dituntut selama 8 tahun penjara.

Selain itu, Asril diwajibkan untuk membayar pidana denda sebesar Rp 300 juta atau subsidar 3 bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti sebesar Rp 1,974 Miliar.

“Pembayaran uang pengganti sebesar Rp 1,974 Miliar ini, akan diberikan waktu selama 1 bulan sesudah putusan Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Dan jika tidak, maka harta benda yang dimilikinya akan disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa yang dalam persidangan yang dilakukan secara online, Kamis (19/11/2020) pagi.

Baca Juga  XL Axiata Raih Penghargaan Marketeers Youth Choice Brand of The Year 2020

Nantinya, tambahnya, uang rampasan barang bukti tersebut akan dikembalikan kepada kas Pemerintah Kota Batam.

JPU Mega juga menegaskan, tuntutan ini terbilang wajar diberikan kepada terdakwa mengingat yang bersangkutan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘yang melakukan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

“Hal ini juga tertuang dalam dakwaan primair pada pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001,” terangnya.

Persidangan mantan Sekretariis Dewan DPRD Kota Batam Asril
Persidangan mantan Sekretariis Dewan DPRD Kota Batam Asril

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim penyidik, ada penyelewengan dana yang menyebabkan kerugian negara hingga mencapai Rp 2,160 miliar lebih dan dilakukan dengan berbagai cara.

Baca Juga  Warga Dusun 1 Gemuruh Kundur Dukung Soerya Respationo Jadi Gubernur Kepri

Beberapa diantaranya adalah orderan kegiatan fiktif, bahkan beberapa kegiatan di antaranya menyebutkan mengundang beberapa pewarta untuk kegiatan seperti coffe morning.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Batam bekerjasama dengan BPKP Perwakilan Kepri, didapati dua alat bukti.

Dedie menuturkan penetapan Asril menjadi tersangka karena adanya keterangan dari para saksi dan rekanan.

“Berdasarkan keterangan saksi ada yang dipaksa dan ada beberapa saksi yang kita mintai keterangan sudah mengembalikan keterangan negara nilai Rp 160 juta,” jelasnya.

Persidangan mantan Sekretariis Dewan DPRD Kota Batam Asril
Persidangan mantan Sekretariis Dewan DPRD Kota Batam Asril

Kemudian bukti kedua adalah keterangan saksi ahli, yang mempertegas kerugian negara mencapai Rp 2 miliar. Ia menjelaskan untuk kasus korupsi ini kuncinya adalah pengembalian keuangan negara.

Baca Juga  HUT ke-49 Korpri, ASN Dituntut unruk Cepat, Tepat, dan Hebat

“Jika keuangan negara tidak dipulihkan betapa enaknya koruptor kalau perlu kita miskinkan,” tuturnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia