Home » Tinjau Kontainer Plastik Diduga Mengandung B3, Komisi III DPR RI Mengaku Prihatin

Tinjau Kontainer Plastik Diduga Mengandung B3, Komisi III DPR RI Mengaku Prihatin

Komisi III DPR RI secara langsung meninjau puluhan kontainer yang berisi limbah plastik yang diduga mengandung B3 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam

IDNNews.id, Batam – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmon Juniadi mengaku sangat prihatin akan masuknya sampah berbahaya yang masuk ke Indonesia khususnya Kota Batam beberapa waktu lalu. Dan berharap sampah berbahaya ini tidak lagi masuk ke wilayah manapun di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya disela-sela kunjungan kerjanya bersama beberapa anggota di Komisi III saat meninjau kondisi puluhan kontainer yang diduga mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) di pelabuhan Batu Ampar Batam pada Selasa (23/7/2019) pagi. 

“Kehadiran Komisi III DPR RI disini adalah, guna melihat secara langsung kondisi kontainer di pelabuhan. Sekaligus bertanya terkait proses penanganan lebih lanjut yang dilakukan Institui keamanan terkait,” terangnya.

Komisi III DPR RI secara langsung meninjau puluhan kontainer yang berisi limbah plastik yang diduga mengandung B3 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam
Komisi III DPR RI secara langsung meninjau puluhan kontainer yang berisi limbah plastik yang diduga mengandung B3 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam

Seperti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, dan BC Batam.

“Dari hasil kunjungan ini, akan kami rapatkan dan berkoordinasi kembali dengan penegak hukum lainnya untuk tindak lanjut selanjutnya,” terangnya.

Saat melakukan peninjauan tersebut, tim dari Komisi III DPR RI melihat secara langsung kontainer yang berisi sampah plastik tersebut . 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan uji laboratorium terhadap 65 kontainer berisi limbah plastik, akhirnya Bea dan Cukai Batam sudah mengeluarkan hasilnya.

Dan diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik atas 65 kontainer limbah plastik yang telah dilaksanakan bersama Bea Cukai Batam, KLHK, DLH Kota Batam, dan Sucofindo, dan selanjutnya diambil sample utk diuji laboratorium guna memastikan ada tidaknya kandungan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di laboratorium Bea dan Cukai.

Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, sekitar pukul 14.00 WIB, kembali melakukan melakukan pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga memuat limbah plastik dan mengandung berbahaya dan beracun (B3) di Dermaga Bongkar Muat Pelabuhan BAtu Ampar, Rabu (19/6/2016).

Baca Juga  Siapkan Air Baku, BP Batam dan TDK Elektronics Indonesia Tanam 1.000 Pohon di DAT
Komisi III DPR RI secara langsung meninjau puluhan kontainer yang berisi limbah plastik yang diduga mengandung B3 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam
Komisi III DPR RI secara langsung meninjau puluhan kontainer yang berisi limbah plastik yang diduga mengandung B3 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam

Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, sekitar pukul 14.00 WIB, kembali melakukan melakukan pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga memuat limbah plastik dan mengandung berbahaya dan beracun (B3) di Dermaga Bongkar Muat Pelabuhan BAtu Ampar, Rabu (19/6/2016).

Hasil pemeriksaan fisik maupun uji laboratorium pun, jelasnya, telah disampaikan oleh Bea Cukai Batam ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan diketahui hasilnya.

Dan hasil Tersebut, dinyatakan bahwa 38 kontainer limbah plastik mengandung B3, 11 kontainer limbah plastik tercampur sampah, dan 16 Kontainer lainnya tidak mengandung B3 dan tidak tercampur sampah.

Komisi III DPR RI secara langsung meninjau puluhan kontainer yang berisi limbah plastik yang diduga mengandung B3 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam
Komisi III DPR RI secara langsung meninjau puluhan kontainer yang berisi limbah plastik yang diduga mengandung B3 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam

Dan sesuai dengan Permendag Nomor 31 Tahun 2016, bahwa Importir wajib mengekspor kembali limbah plastik yg mengandung B3 dan yang tercampur sampah.

Oleh karenanya, terhadap 38 Kontainer limbah plastik yang terkontaminasi limbah B3 maupun 11 kontainer limbah plastik yang tercampur sampah tersebut wajib utk segera dire-ekspor. 

Atas dasar surat KLHK dimaksud, tegasnya, Bea Cukai Batam akan segera menindaklanjuti surat KLHK tersebut dengan meminta importir bersangkutan untuk mengekspor kembali limbah plastik dimaksud ke negara asal. Sedangkan terhadap 16 container lainnya dapat dproses impornya sesuai ketentuan.

“Kita akan minta Importir bersangkutan untuk untuk mengekspor kembali lombah plastik yang menngandung B3 ke negara asalnya,”jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait