Home » Selektif Layani Industri Plastik, Kadin Batam Ingatkan ATB untuk Layani Semua Pelanggan

Selektif Layani Industri Plastik, Kadin Batam Ingatkan ATB untuk Layani Semua Pelanggan

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk

IDNNews.id, Batam – Keterbatasan sumber air baku di Batam, membuat perusahaan pengelolaan air bersih PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengambil keputusan untuk tidak melayani konsumen untuk kategori industri. Salah satunya Industri yang bergerak dalam bidang plastik.

Mengingat, perusahaan air terbaik di Indonesia ini mengaku akan lebih mementingkan kebutuhan masyarakat Batam. Terlebih lagi saat ini, Batam mengalami keterbatasan air baku.

“Mohon maaf, kami tidak dapat menyediakan air bersih untuk pabrik plastik di Batam. Kami harus memilih mana yang menjadi prioritas, mengingat ketersediaan air baku di Batam saat ini sangat terbatas,” jelas Maria Y. Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB disela-sela kopi sore bersama awak media di Batam beberapa waktu lalu.

Maria Y. Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB
Maria Y. Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk pun bereaksi. Menurutnya, ATB sebagai perusahaan air minum di Batam seharusnya bisa memenuhi semua masyarakat dan pelanggan di Batam.

Dan jika ATB ingin melanjutkan pengelolaan air di Batam, maka kedepan ATB bukan hanya bisa mendistribusikan air bersih saja, tetapi juga harus memikirkan masa depan persediaan air minum di Batam.

“Jangan cuma bisa mendistribusikan air bersih saja, kalau sekedar mendistribusikan saja banyak perusahaan yang bisa melakukan itu. ATB juga harus berinovasi dengan teknologi guna mengantisipasi ketersediaan air di Batam khususnya di musim kemarau panjang,” jelasnya.

Ia juga meminta agar Badan Pengusahaan (BP) Batam mengaudit ATB. “Kami minta BP Batam audit ATB. sahamnya dimiliki oleh siapa? Kadin Batam dan masyarakat perlu tahu siapa pemilik saham perusahaan ATB ini. Apalagi mengelolah air bersih merupakan kebutuhan vital, harus jelas perusahaannya, kalau ATB tidak mampu mengelolah air bersih di Batam maka masih banyak perusahaan yang lebih profesional. Saya ingatkan ATB jangan merasa ‘Tak Tergantikan’,” tegasnya.

Baca Juga  Anthony dan Hafiz/Gloria Lewati Babak Pertama French Open 2019

Jadi juga mengingatkan kepada ATB, jika masih ingin melanjutkan konsesi pengelolaan air minum di Batam, ia berharap untuk tidak membawa-bawa mengatasnamakan keperluaan masyarakat.

“ATB harus mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Sebagai perusahaan pengelolaan kebutuhan vital publik, ATB sbaiknya diaudit dan diumumkan kepada publik siapa pemiliknya dan berapa keuntungannya per tahun,” jelasnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kebutuhan air bersih kiranya tidak hanya diinginkan oleh masyarakat di Kota Batam saja, akan tetapi hal tersebut juga sangat diinginkan sejumlah industri. Salah satunya Pabrik Plastik.

Meski terbilang cukup besar permintaan yang diajukan oleh sejumlah perusahaan plastik akan air, namun PT Adhya Tirta Batam (ATB) menegaskan tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal untuk jenis perusahaan tersebut.

Mengingat, perusahaan air terbaik di Indonesia ini mengaku akan lebih mementingkan kebutuhan masyarakat Batam. Terlebih lagi saat ini, Batam mengalami keterbatasan air baku.

Ia pun menegaskan saat ini ATB sangat selektif dalam memberikan sambungan air bersih terkhusus untuk Industri tersebut. Terlebih lagi, dalam satu bulannya perusahaan industri plasti di Batam setidaknya membutuhkan suplai air bersih kurang lebih 3.000 – 5.000 meter kibik (m3).

“Bahkan ada yang sampai 10 ribu m3. Namun jika jumlah tersebut disalurkan ke pelanggan ATB, maka bisa mengcover 200-300 pelanggan di perumahan. Untuk itu, ATB akan lebih mementingkan ke rumah warga terlebih ke Industri tersebut,” jelas Maria.

Maria juga mengatakan penolakan tersebut, terbilang disengaja. Mengingat kebutuhan air bersih untuk masyarakat luas sangat penting dalam kondisi keterbatasan air baku seperti saat ini.

“Kita juga tahu, bahwa masa perjanjian konsesi ATB akan segera berakhir pada November 2020 mendatang. Akan tetapi, kami akan tetap fokus dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelangga. Sehingga tidak ada alasan bagi ATB, untuk tidak memberikan yang terbaik kepada pelanggan meski masa konsesi ATB berakhir,” tutupnya. (Iman Suryanto)

Baca Juga  Warga Bukit Gombak Dihebohkan dengan Penemuan Bayi di dalam Semak

DomaiNesia

Berita Terkait