Home » Tunggu Pemberhentian sebagai Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi Sempat Ajukan Berkantor di Rumah

Tunggu Pemberhentian sebagai Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi Sempat Ajukan Berkantor di Rumah

Edy Putra Irawady

IDNNews.id, Batam – Kabar berakhirnya masa jabatan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam dan akan digantikan oleh Wali Kota Batam sebagai Ex Officio Kepala BP Batam, kian menghangat di kalangan awak media.

Mengingat, sejak dilantik pada Januari 2019 silam, Edy Putra Irawadi sebagai pimpinan transisi menuju Wali Kota Batam sebagai Ex Officio Kepala BP Batam tetap fokus pada tugas yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepadanya.

Yakni melakukan harmonisasi sistem pelayanan perizinan berusaha melalui OSS, menjamin kenyamanan dan kepastian usaha serta peningkatan investasi dan ekspor serta membuat suatu panduan yang akan digunakan untuk pimpinan Ex Officio nantinya.

“Saya yang ditugaskan sebagai pimpinan transisi, tentunya memegang keputusan hukum yang sudah ada. Dan hingga saat ini masih menunggu waktu pemberhentian. Mengingat bulan April akan berakhir dan pelaksanaan Pemilu 2019 sudah selesai (sesuai arahan pimpinan sebelumnya,red),” jelas Edy Putra Irawady saat jumpa pers dengan awak media di Bida Marketing Gedung BP Batam, Selasa (30/4/2019).

Baca Juga  LIVE: Presiden Jokowi Lantik Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Pemenang Pilkada

Dan hingga saat ini, tambahnya, belum ada pimpinan di pusat yang memberikan Surat Keputusan (SK) kepadanya untuk tidak menjabat sebagai Kepala BP Batam.

“Saya pun sempat mengajukan pertanyaan, jika akhir april ini selesai namun belum ada kejelasan, saya akan berkantor di rumah sambil menunggu pemberhentian. Akan tetapi jawabannya saya diminta untuk menunggu dikebutnya revisi PP 46/2007 yang masih dibahas ditingkat pusat,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah melantik Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Batas Batam (BP Batam).

Ia menjabat selama masa transisi atau hingga dirilisnya perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2007 yang mengatur kepemimpinan ex-officio BP Batam oleh walikota. Dengan pengangkatan Edy maka Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo diberhentikan dari tugasnya.

Ketetapannya, Edy akan bertugas hingga 30 April 2019. Ini artinya transisi ditargetkan terjadi sebelum berakhirnya masa tugas tersebut. Adapun, keberadaan Edy diharapkan bisa membuat transisi berjalan mulus.

Baca Juga  Satrol Lantamal IV Gelar Latihan VBSS di Perairan Tanjung Uban

“Ini akan lebih efektif lebih mulus untuk penyerahan dan penggabungan jabatan wali kota dengan Kepala BP Batam,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Dewan Kawasan Batam usai Pelantikan Kepala dan Deputi BP Batam di kantornya, Jakarta, Senin (7/1).

Edy terpilih lantaran dinilai memenuhi kriteria untuk memimpin dalam masa transisi. Ia mempunyai pengalaman yang cukup sebagai pimpinan birokrasi atau telah senior, pengetahuan yang cukup mengenai Batam, serta kebijakan dan pelaksanaan investasi serta aktivitas usaha.

Selain itu, ia dianggap mampu menciptakan iklim yang kondusif untuk konsolidasi internal maupun komunikasi ke pelaku usaha dan masyarakat.

Tugas Kepala BP Batam dalam masa transisi yaitu menyiapkan laporan peralihan jabatan ex-officio, menyiapkan regulasi teknis untuk pelaksanaan jabatan ex-officio, dan melaksanakan tugas rutin yang tidak bersifat kebijakan.

Di sisi lain, Darmin berharap BP Batam dapat tetap fokus pada bisnis, proses perizinan investasi, dan mendata secara baik aset-aset Batam. Selain itu, dualisme kepemimpinan di Batam diharapkan dapat teratasi lantaran sudah tidak ada dualisme kepemimpinan.

Baca Juga  Susul Tiga Kecamatan Hinterland, Kini Batuampar Berstatus Hijau

Adapun, Darmin menilai kebijakan jabatan ex-officio Kepala BP Batam oleh Wali Kota Batam tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, terutama yang terkait dengan ketentuan rangkap jabatan. Hal ini mengacu pada Undang-Undang (UU) tentang Pemerintahan Daerah.

Selain Edy, Darmin juga melantik dua deputi BP Batam, yaitu Purwiyanto sebagai Deputi Bidang Administrasi dan Umum BP Batam dan Dwianto Eko Winaryo sebagai Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam.

Jabatan deputi lainnya yang kosong akan dirangkap oleh pejabat-pejabat yang baru diangkat tersebut. Dalam penyusunan perubahan PP tentanng kepemimpinan ex-officio BP Batam oleh wali kota, Dewan Kawasan Batam disebut telah mendapat masukan dari berbagai pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), dan unsur masyarakat lainnya.(Iman Suryanto)


DomaiNesia