Home » Tutupi Uang Pengganti, Koruptor Setya Novanto Bakal Jual Rumah. Ini Penjelasan KPK

Tutupi Uang Pengganti, Koruptor Setya Novanto Bakal Jual Rumah. Ini Penjelasan KPK

IDNNews.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melacak aset milik terpidana korupsi e-KTP, Setya Novanto, terkait pembayaran uang pengganti. Aset yang dilacak KPK berupa rumah hingga aset keuangan Novanto.

“Tracing aset itu terkait dengan aset rumah atau bangunan atau tanah dan juga aset keuangan di sejumlah bank. Nanti akan dihitung,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Febri menyebut Novanto ingin bersikap kooperatif dalam pembayaran uang pengganti. Dia meminta Novanto segera melunasi uang pengganti jika benar-benar ingin bersikap kooperatif.

“Identifikasi aset tentu saja sudah dilakukan, itu bagian dari tugas unit Labuksi KPK. Itu sudah kami lakukan. Namun, karena terpidana mengatakan sanggup membayar dan akan kooperatif dan akan mencicil secara bertahap itu yang kami fasilitasi. Kami harap tidak perlu terlalu lama ya kalau memang ada iktikad baik untuk bersikap koperatif,” ucapnya.

Baca Juga  Masyarakat Galang Harapkan Anak Pulau Kasu Dampingi Pemimpin Kepri Berkualitas

Dia juga menjelaskan pemetaan aset dilakukan terkait adanya kemungkinan penyitaan aset Novanto akibat batas waktu pembayaran uang pengganti sudah lewat. Namun KPK berharap uang pengganti dibayarkan dalam bentuk yang tak perlu waktu lama untuk melelangnya.

“Pemetaan asetnya sudah kami lakukan. Tentu saja akan lebih baik kalau proses uang penggantinya langsung dalam bentuk aset yang mungkin tidak perlu proses lelang lebih lanjut. Kalau memang nanti butuh proses perampasan hingga pelelangan tentu tetap akan dilakukan. Identifikasi aset paling penting di sana,” jelasnya.

Novanto saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin. Dia divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dia juga dihukum membayar uang pengganti USD 7,3 juta yang harus dilunasi 1 bulan setelah putusan pada April 2018. Selain itu, hak politiknya dicabut untuk 5 tahun setelah Novanto selesai menjalani masa hukuman.

Baca Juga  Melalui Budidaya Rumput Laut, Bright PLN Batam Tingkatkan Perekonomian Masyarakat di Pulau Amat Belanda

Dalam perkembangannya, Novanto sudah melunasi denda Rp 500 juta. Sedangkan terkait pembayaran uang pengganti, Novanto pernah menitipkan Rp 5 miliar ke KPK, kemudian mencicil USD 100 ribu, dan ditambah penyitaan KPK pada rekeningnya senilai Rp 1.116.624.197.

Akan Jual Rumah

Koruptor e-KTP Setya Novanto belum melunasi uang pengganti USD 7,3 juta yang dibebankan kepadanya. Novanto disebut bakal menjual rumahnya untuk melunasi kurang bayar uang pengganti itu.

“Setya Novanto melalui penasihat hukumnya akan membayar kembali uang penggantinya, yaitu dari penjualan aset bangunan rumah dan pemindahbukuan rekening di bank. Sejauh ini Setya Novanto menyatakan akan kooperatif untuk membayar uang pengganti,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Namun Febri tak menyebut detail rumah yang mana yang akan dijual Novanto. Berdasarkan LHKPN tahun 2015, Novanto memiliki 16 unit tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta hingga Kupang, NTT, dengan total nilai Rp 81.736.583.000.

Baca Juga  Menu 'Termaknyus' dari 2 Executive Chef Bakal Meriahkan Malam Natal di HARRIS Resort Barelang

Dalam perkembangannya, Novanto sudah melunasi denda Rp 500 juta. Sedangkan terkait pembayaran uang pengganti, Novanto pernah menitipkan Rp 5 miliar ke KPK, kemudian mencicil USD 100 ribu, dan ditambah penyitaan KPK pada rekeningnya senilai Rp 1.116.624.197.

Dengan begitu, Novanto baru membayar Rp 5 miliar ditambah USD 100 ribu atau sekitar Rp 1.483.500.000 (dengan kurs USD 1 = Rp 14.835) ditambah Rp 1.116.624.197 sehingga totalnya kurang-lebih Rp 7.600.124.197.

Sedangkan Novanto harus membayar USD 7,3 juta atau sekitar Rp 108.295.500.000 (dengan kurs USD 1 = Rp 14.835) sesuai putusan majelis hakim. Jadi, Novanto masih harus membayar uang pengganti kurang-lebih Rp 100.695.375.803 (Rp 108.295.500.000 dikurangi Rp 7.600.124.197). (*)


DomaiNesia