Home » Untuk Jalankan 5G, Operator Telekomunikasi Harus Miliki 3 Lapisan Bandwidth. Ini Penjelasannya

Untuk Jalankan 5G, Operator Telekomunikasi Harus Miliki 3 Lapisan Bandwidth. Ini Penjelasannya

IDNNews.id, Batam – Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengungkapkan operator telekomunikasi di Indonesia bisa menjalankan 5G dengan sempurna jika memiliki 3 layer atau lapisan bandwidth untuk alokasi. Layer yang dimaksud adalah upper band, middle band dan lower band.

Menurutnya, organisasi telekomunikasi global ITU sudah menentukan alokasi spektrum radio untuk jaringan 5G.

Namun begitu, Ismail tak ingin jika Indonesia hanya sekadar menjadi pasar, bulan-bulanan perubahan teknologi.

“Pemaksimalan 5G harus bedampak pada negara, termasuk memberikan dampak ekonomi. Harus diperhatikan betul, terutama 3 layer ini, baru sempurna semua,” ujar Ismail disela-sela uji coba jaringan 5G Telkomsel di Batam, Kamis (28/11/2019).

Untuk lower layer, tersedia spektrum 700 MHz dan 900 MHz. Untuk spektrum 700 ini, kata Ismail, memang masih dikuasai penyiaran.

Namun sudah ada proses switch off dari analog ke digital. Selain itu, Ismail menyebutkan RUU Penyiaran sudah masuk ke Prolegnas.

“Mudah-mudahan RUU Penyiaran yang dirancang sejak 2014 bisa selesai di 2020,” kata dia.

Sedangkan pada middle band, tersedia 2,6 GHz dan 3,5 GHz. Pada frekuensi inilah, 3,5 GHz, Telkomsel menguji coba 5G hari ini di Batam. Padahal saat ini frekuensi 3,5 GHz masih digunakan oleh satelit.

Dari sini, kata Ismail, pemerintah ingin mengetahui sampai sejernih mana implementasi jaringan 5G dan pengaruhnya ke jaringan satelit. Hal ini dikarenakan frekuensi 3,5GHz masih diperuntukkan bagi satelit.

Sedangkan Upper band berada pada 26 GHz. Ini adalah frekuensi yang disebut Ismail masih free dan siap ditawarkan ke operator penyedia 5G. (Iman/***)

Baca Juga  Berlaku Tahun 2020, Temukan Konten Porno di Medsos Denda Rp 100 juta

DomaiNesia

Berita Terkait