Home » Usung Silahturahmi Berbagi Cerita, ATB Ajak Awak Media ‘Selami’ Problematika Pengolahan Air di Batam

Usung Silahturahmi Berbagi Cerita, ATB Ajak Awak Media ‘Selami’ Problematika Pengolahan Air di Batam

IDNNews.id, Batam – Memasuki usianya ke 23 di Batam, PT Adhya Tirta Batam (ATB) kembali mengajak awak media di Kota berbentuk Kalajengking dari udara ini berkumpul dalam sebuah Media Gathering bertajuk ‘Berbagi dalam berita’.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (23/2/2019) ini, digelar di lantai 7 Adhya Building dan dihadiri sejumlah pejabat di perusahaan Utilitas terbaik di Indonesia ini.

BACA: ATB Kembali Terima Penghargaan Pajak Terbesar untuk Ketiga Kali

Di antaranya Presiden Direktur ATB Ir. Benny Andrianto, MM, Direktur Engineering Paul Bennett, Direktur Keuangan Asriel Hay, Head of Corporate Secretary Maria Jacobus serta sejumlah Manager di perusahaan

yang sudah memberikan cakupan layanan di angka 99,5 persen dengan tingkat kebocoran pada median 15 persen.

Kegiatan yang merupakan agenda tahunan tersebut, terbilang disengaja digelar guna meningkatkan jalinan silahturahmi yang sudah terbangun dengan baik selama ini dengan awak media cetak, online dan radio dan Televisi.

“Ini kegiatan rutin yang sengaja kita gelar setiap tahunnya. Dan kami juga menyadri bahwa peran media tidak bisa diabaikan dalam tumbuh dan berkembangnya ATB hingga saat ini berusia 23 tahun di Batam,” jelas Head of Corporate Secretary Maria Jacobus disela-sela membuka kegiatan tersebut.

Dan sesuai dengan tema yang diusung kali ini, tambahnya, ATB mengajak awak media untuk bisa membedakan fakta dan hoaks. Dan tahun ini, merupakan momen bagi ATB untuk berbagi cerita sebagai salah satu cara mengantisipasi Hoks.

BACA: Kepala BP Batam: ATB Ikuti Lelang Waduk Tembesi

Dan semangat ini, juga diwujudkan dalam sebuah lomba menulis yang dikhususkan untuk awak media. Dengan mengusung tema dan berita-berita yang aktual dan menarik.

Baca Juga  'Banjir' Dukungan, Soerya Respationo Kian Mantap ke Pilkada Kepri 2020

“Kita akan Challenge awak media untuk menulis berita-berita aktual dan menarik dalam sebuah lomba karya tulis dengan mengusung tema ATB melayani kini dan nanti,” jelas.

Dan tentunya, semua data-data yang dibutuhkan bisa dihimpun dari sumber yang terpercaya. Nantinya lomba tersebut akan dibagi dalam dua kategori.

“Kategori lombanya, terbagi menjadi dua jenis. Yakni Feature dan Straight News dengan masa penerbitan sejak 24 Februari hingga 9 Maret 2019. Dan semua hasil karya tersebut, harus sudah diterima panitia paling lambat 11 Maret 2019,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur ATB Ir. Benny Andrianto, MM mengaku berencana akan menggelar Media Gathering selanjutnya dua kali dalam setahun. Dan hal ini terbilang disengaja agar adanya update informasi terbaru dari ATB.

“Menjelang berakhirnya konsesi ATB, bagaimana jika Media Gathering tahun ini digelar dua kali dalam setahun. Supaya temen-temen media lebh update dalam hal data dan informasi terbaru terkait ATB,” jelas Benny.

BACA: Ini Langkah Positif ATB Dalam Memajukan PDAM Indonesia

Selama Media Gathering tersebut, manajeman ATB mengajak seluruh awak media menyelami berbagai hal terkait problematika yang dihadapi ATB dalam melakukan pengelolaan air baku menjadi air bersih hingga pada akhirnya sampai ke pelanggan.

Selain itu, untuk lebih memberikan pemahaman terhadap apa dan bagaimana proses pengolahan air bersih di ATB, awak media diajak berkeliling dan melihat dari dekat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang yang memiliki kapasitas 2.200 liter per detik dan merupakan IPA utama dalam menyuplai 70 persen air bersih untuk wilayah Kota Batam.

Dimulai dari proses pengolahan air melalui pipa intake. Dimaan air baku yang diambil dari Waduk Duriangkang selanjutkan dipancarkan melalui Aerator untuk mengurangi aroma seperti bau lumpur, lumut hingga menambah oksigen pada badan air, dan mengoksidasi kandungan di badan air.

Baca Juga  Mau Liburan sambil 'Nge-Games' Sepuasnya? Pakai AXIS AWSEM Aja

BACA: Jelang Konsesi Berakhir. BP Batam Hitung Asset, ATB Tetap Layani Warga Batam

“Disini juga, agar bakteri di air baku mati. Ditambahkan klorin. Setelah itu, air akan dicampur dengan beberapa zat kimia lainnya. Tapi biasanya ada dua jenis kotoran yang terkandung dalam air, yakni partikel diskrit yang secara alami dapat mengendap dengan sendirinya dalam waktu yang cukup singkat, dan partikel koloid,” jelas Manager Produksi Estiyudo Listyadi yang menemani awak media melakukan field trip saat itu.

Selain itu, tambahnya, setelah dibubuhi zat kimia partikel koloid maupun diskrit akan membentuk gumpalan. Gumpalan ini pada umumnya kecoklatan dan akan dipisahkan dari air. Selanjutnya, air yang sudah terpisah tadi melewati tahap berikutnya, yakni tahap pengendapan/penjernihan.

Disini air baku tadai melewati tahapan penyaringan sehingga benar-benar bersih dan tidak ada lagi kotoran-kotoran kecil dan kasat mata yang lolos terdistribusikan kepada pelanggan.

BACA: ATB Buka Pendaftaran Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa di Batam. Ini Syaratnya

“Setelah itu, air baku yang sudah menjadi air bersih disimpan di tanki penyimpanan sementara, setelah sebelumnya kembali dibubuhi klorin untuk memastikan kuman-kuman yang ada di dalam air mati. Dan untuk memastikan air yang diolah sesuai dengan standar WHO dan Permenkes RI, petugas ATB secara berkala mengambil sampel air di IPA untuk dicek, baik kadar Ph, warna, kekeruhan, hingga hal-hal lain yang diperlukan,” tambahnya.

Selain mengunjungi IPA Duriangkan, awak media juga diajak melihat dari dekat akan kondisi waduk Tembesi yang saat ini dalam (akan) proses pembangunan IPA dan digadang-gadangkan akan menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga Batam yang selama ini dalam kondisi kekurangan suplai. (Iman Suryanto)

Baca Juga  Antisipasi Balap Liar, Polres Bukittinggi Gelar Patroli

DomaiNesia

Berita Terkait