Home ยป Virus Corona Picu Penurunan Kunjungan Wisman ke Batam

Virus Corona Picu Penurunan Kunjungan Wisman ke Batam

Penurunannya Cukup Signifikan

R Nika Astaga

IDNNews.id, Batam – Pasca-munculnya virus Corona dan menimbulkan korban jiwa, sejumlah negara diketahui resah dan memperketat sistem keamanan mereka.

Khususnya keamanan yang melalui Bandara hingga Pelabuhan Laut yang berhubungan dengan wisatawan mancanegara (Wisman) yang akan dan bar saja tiba dari negara yang menjadi epidemi penyebaran virus tersebut.

Salah satu negara yang melakukan pengetatan sistem keamanan tersebut adalah, Singapura. Bahkan Singapura menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melarang kunjungan dari pelancong China, termasuk warga asing yang berkunjung ke China dalam kurun waktu 14 hari ke belakang.

IDNNews.id/Iman Suryanto, SIDAK - Kepala BP Batam HM Rudi melakukan sidak ke Pelabuhan Internasional Batam Centerm Senin (27/1/2020) pagi. Dalam sidak tersebut, Rudi meminta kepada institusi terkait untuk menambah personel dan memperketat pengawasan dari penyebaran virus Corono, Sehingga dampaknya tidak sampai masuk ke Batam.
IDNNews.id/Iman Suryanto, SIDAK – Nika Astaga, Manager Operasional PT Synergy Tharada selaku pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center saat memberikan penjelasan Kepala BP Batam HM Rudi saat sidak di Pelabuhan Internasional Batam Centerm Senin (27/1/2020) pagi.

Walhasil, kondisi ini pun sedikit banyak menurunkan angka kunjungan wisatawan mancanegara yang melalui Batam. Salah satunya di Pelabuhan Internasional Batam Center.

R Nika Astaga, Manager Operasional PT Synergy Tharada selaku pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center saat dikonfirmasi awak media, Senin (3/2/2020) siang, membenarkan hal tersebut.

Berdasarkan data yang dimilikinya, angka kunjungan wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang melalui Pelabuhan Internasional Batam Center mengalami penurunan secara signifikan.

Dimana pada hari normal (Senin hingga Jumat), angka kunjungan wisman yang ke Batam dari Singapura dan Malaysia diketahui mencapai 6.000 orang dalam satu harinya. Dan 10 ribu untuk Sabtu dan Minggu setiap.

Kini, jumlah tersebut merosot hingga mencapai 1.000 orang per hari di Sabtu hingga Jumat atau hari normalnya. Dan 5.000 ribu orang dai Sabtu dan Minggu.

“Penurunan ini, merupakan imbas dari adanya larangan sejumlah negara terhadap warga negara asing yang pernah mengunjungi China olah adanya Virus Corona. Salah satunya dari Singapura,” Jelas Nika Astaga saat ditemui di ruang kerjanya.

Dan hal ini pun, tambahnya, sedikit banyak berpengaruh. “Karena adanya larangan itu, mau tidak mau pintu gerbang kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal dari Singapura dan Malaysia menjadi menurun. Melorot sekali,” terangnya.

Ia juga mengatakan, seluruh petugas yang ada di Pelabuhan Internasional Batam Center diimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas sehari-hari di Pelabuhan.

Begitu juga calon penumpang maupun warga Batam yang akan masuk ke Pelabuhan.

“Kita juga menyediakan masker gratis kepada calon penumpang yang berada di Informasi Pelabuhan. Selain itu, kita juga menyiapkan beberapa titik-titik lokasi yang bisa digunakan untuk mencuci tangan,” terangnya.

IDNNews.id/Iman Suryanto, SIDAK - Kepala BP Batam HM Rudi melakukan sidak ke Pelabuhan Internasional Batam Centerm Senin (27/1/2020) pagi. Dalam sidak tersebut, Rudi meminta kepada institusi terkait untuk menambah personel dan memperketat pengawasan dari penyebaran virus Corono, Sehingga dampaknya tidak sampai masuk ke Batam.
IDNNews.id/Iman Suryanto

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data dari Singapore Tourism Board menunjukkan sekitar 248.000 pelancong dari China berkunjung ke Singapura November lalu.

Bahkan sepanjang tahun 2018 Singapura dikunjungi kira-kira 3,42 juta pelancong China. Penangguhan visa akan diberlakukan secepat mungkin sehingga pelancong dapat segera diinformasikan terlebih dahulu. Larangan berkunjung akan berlaku mulai Sabtu (1/2/2020) pukul 11.59 PM waktu setempat.

Pemerintah Singapura menyebutkan larangan ini akan diberlakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dilaporkan terdapat 3 kasus baru sehingga total 16 kasus virus corona ditemukan di Singapura.

Kasus baru ini termasuk warga yang pertama kali terkontaminasi virus corona di kala berkunjung ke Wuhan bersama keluarganya. Perempuan berusia 47 tahun tersebut telah dievakuasi dari Wuhan pada 30 Januari 2020. Dia tidak memperlihatkan gejala terjangkit virus corona saat hendak terbang kembali menuju Singapura.

Namun ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandara Changi, dia ternyata mengalami demam dan dinyatakan positif terjangkit virus corona pada Jumat (31/01/2020).

Sementara itu, Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong, yang juga bertugas untuk menangani persoalan wabah virus corona, mengatakan bahwa larangan kunjungan ini tidak ada hubungannya dengan kewarganegaraan, tapi lebih kepada pembatasan munculnya kasus baru dan mengurangi dampak penyebaran virus corona di Singapura.

“Tidak mudah untuk mengesampingkan potensi adanya kasus virus corona baru dari luar Provinsi Hubei. Mengingat bahwa Singapura sebagai pusat transportasi dan jumlah perjalanan antara China dan Singapura,” jelas Lawrence Wong. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait