Home » Warga Keluhkan Kualitas Air Bersih, Humas BP Batam : Akan Kami Cek Lagi, Sedang di Luar Kota

Warga Keluhkan Kualitas Air Bersih, Humas BP Batam : Akan Kami Cek Lagi, Sedang di Luar Kota

IDNNews.id, Batam – Keluhan kualitas air yang diberikan oleh PT Moya Indonesia di masa transisi kembali dikeluhkan warga. Mengingat, air yang mengalir ke perumahan warga khususnya di kawasan Tanjung Piayu berwana hitam pekat dan berbau.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar saat dihubungi awak media pada Selasa (23/2/2021) mengaku sudah mendengar adanya keluhan warga tersebut.

Bahkan Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah bertemu dan memanggil pihak PT Moya Indonesia.

“Kita sudah dengar terkait hal itu. Bahkan sudah bertemu dan memanggil PT Moya Indonesia terkait hal ini. Moya saat disampaikan sudah melakukan langkah-langkah teknis untuk mengatasi hal tersebut,” jelas Dendi.

Mengenai perkembangan lanjutannya, pihaknya mengatakan akan meng-update kembali. Mengingat, sudah masuk dalam teknis.

Baca Juga  Aplikasi SIP BOS Pemko Batam Masuk Finalis Smart City Asia Pasific Award

“Kami sudah memantau. Karena saya bukan unit teknis, jadi kita akan update nanti. Saya kebetulan sedang di luar kota,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Warga Batam, Kepulauan Riau kembali mengeluhkan kualitas air yang saat ini dikelola oleh PT. Moya Indonesia di masa transisi ini.

Dimana sebelumnya, keluhan kualitas air disuarakan oleh warga yang tinggal di Perumahan Sukajadi Batam, kini warga yang bermukim di kawasan Tanjung Piayu juga mengeluhkan hal serupa.

Salah satunya adalah warga Perumahan Pondok Graha, Duriangkang, Sei Beduk, Purwayanto yang menyesalkan air berwarna hitam dan berbau yang sempat dirasakannya.

“Kejadiannya kemarin mas (Senin(22/2/2021)), tepatnya siang kejadiannya. Air yang keluar dari keran warnanya hitam pekat,” jelasnya saat berhasil dihubungi awak media, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga  Update: Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah

Tidak hanya itu, Purwayanto juga menyebutkan bahwa air berwarna hitam ini juga mengeluarkan bau seperti air di dalam saluran pembuangan.

Guna memastikan hal ini, bahkan Purwayanto menyebut sempat mencicipi air, dan sempat mengalami rasa pahit hingga dua jam.

“Untuk kejadian itu memang sih hanya sebentar. Karena keran saya hidupkan terus, kurang lebih sekitar 15 menit hidup baru normal. Sempat saya cicip bahkan, rasa lidah saya pahit sampai dua jam,” ungkapnya.

Walau mengaku belum membuat keluhan resmi, namun selaku pelanggan PT. Moya Indonesia, Purwayanto sempat memposting permasalahan tersebut melalui akun media sosial miliknya.

Namun demikian, hingga saat ini postingan tersebut juga diakuinya belum mendapat tanggapan dari pihak PT. Moya Indonesia, walau salah satu upaya lain disebutkannya juga dilakukan melalui kenalan salah satu tetangga nya.

Baca Juga  Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Kinerja Gubernur Kepri Ansar Ahmad

“Memang tidak resmi mas, tapi kebetulan ada tetangga yang punya kenalan kerja di PT. Moya jadi dikasih tahu melalui dia. Tapi belum ada respon sampai sekarang,” sesalnya.

Tidak hanya dialaminya, mengalirnya air berwarna hitam juga disebutkannya dialami oleh warga yang tinggal di tiga perumahan lain yakni Perumahan GMP, dan Permata Asri.

Mengenai peristiwa ini, selaku pelanggan ia juga mempertanyakan mengenai tidak adanya pemberitahuan apapun, jika pihak pengelola sedang melakukan perbaikan, yang diduga menjadi penyebab keluarnya air berwarna hitam hingga ke para pelanggan.

“Berbeda dengan pengelola sebelumnya, apabila sedang melakukan perbaikan apapun pasti ada pemberitahuan,” tegasnya.(iman)


DomaiNesia