Home » Wujud Toleransi, Managemen Swiss-Belhotel Ambon Kunjungi Karyawanya yang Merayakan Natal

Wujud Toleransi, Managemen Swiss-Belhotel Ambon Kunjungi Karyawanya yang Merayakan Natal

IDNNews.id, Ambon – Momen perayaan Natal, menjadi hari yang penuh dengan suka dan cita bagi umat nasrani. Disaat ini, selain melaksanakan ibadah, juga menjadi waktu terbaik untuk berkumpul dan bersantai bersama keluarga maupun bersama rekan seprofesi maupun sahabat.

Hal itu jugalah yang dilakukan oleh General Manager Swiss-Belhotel Ambon Yusup Maulana Mana atau biasa di panggil Kang Ucup ini, dengan datang dan bersilahturahmi ke rumah karyawannya yang merayakan Natal pada Selasa dan Rabu (24-25/12/2019).

“Di momen Natal ini, kiranya bisa menjadi momentum untuk bisa saling menguatkan semangat toleransi antara umat, kepercayaan serta agama yang ada. Sehingga bisa tercipta semangat kerukunan. UNtuk itulah, kami datang dan bersama-sama merayakan Natal,” jelanya.

Untuk itu, Management Swiss-Belhotel Ambon berharap hubungan kekeluargaan yang telah tercipta dikalangan internal hotel, dan kiranya bisa tetap terjalin terus dengan baik.

“Semoga hubungan baik ini bisa tetap terjalin,” jelas Muhamad Burhanudin, Human Resource Manager.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Natal Tahun 2019 kepada umat kristiani. Di momen ini, Fachrul juga berbicara soal kemudahan beribadah dan toleransi.

“Pada kesempatan ini saya berpesan bahwa memberi kemudahan bagi pemeluk agama apapun untuk menjalani ibadahnya dengan tenang sudah menjadi budaya bangsa Indonesisa sejak lama,” kata Fachrul dalam keterangan persnya, Selasa (24/12/2019).

Keterangan pers tersebut berbentuk tayangan video, Fachrul yang berpeci hitam berbicara di depan layar hijau.

Dia menyampaikan tema Natal tahun ini adalah ‘hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang’. Soal ibadah bagi semua pemeluk agama, Fachrul mengimbau agar itu tidak dilakukan dengan berlebihan.

“Sebaliknya, untuk bertenggang rasa untuk tidak melaksanakan suka cita ibadah secara berlebihan juga menjadi bagian dari budaya bangsa yang selalu kita pedomani. Toleransi dan tenggang rasa secara timbal balik itu adalah kata kunci dari praktik moderasi dan kerukunan beragama di Indonesia,” ujarnya. (Iman Suryanto)

Baca Juga  Malam Mingguan 'Gak' Punya Acara? Yuk BBQ di Harris Hotel Batam Center

DomaiNesia

Berita Terkait